Info Polri

Diana Putri Amelia, Anggota Termuda DPRA yang Konsisten Perjuangkan Kesejahteraan Petani Kopi Gayo

Admin
×

Diana Putri Amelia, Anggota Termuda DPRA yang Konsisten Perjuangkan Kesejahteraan Petani Kopi Gayo

Sebarkan artikel ini
Anggota Termuda DPRA yang Konsisten Perjuangkan Kesejahteraan Petani Kopi Gayo
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Diana Putri Amelia

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Di tengah aktivitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Diana Putri Amelia terus menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat yang dekat dengan masyarakat. Legislator termuda dari Daerah Pemilihan Bener Meriah–Aceh Tengah (Takengon) itu tidak hanya aktif menyerap aspirasi warga, tetapi juga membangun ketangguhan diri melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai disiplin dan kepemimpinan.

Salah satu aktivitas yang dijalaninya adalah latihan olahraga menembak di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh pada 10 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Diana didampingi sahabatnya, Dr. Juliana, M.M., M.Pd., dan Dr. Suryati, M.H., M.Pd., serta mendapatkan arahan langsung dari Danki Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Iptu Musmulyadi, S.E., M.Si.

Dengan penuh semangat, Diana mengikuti setiap tahapan latihan sambil berinteraksi dengan personel dan instruktur yang hadir. Baginya, olahraga menembak bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana untuk melatih fokus, ketenangan, kedisiplinan, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, karena setiap keputusan yang diambil memiliki dampak bagi masyarakat,” ujarnya. Kamis (11/6/2026).

Perempuan muda yang dikenal dengan slogan “Melayani Tanpa Pamrih” itu meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dibangun melalui ruang sidang dan rapat-rapat parlemen, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan integritas pribadi.

Diana mengaku selalu mengingat filosofi dasar dalam penggunaan senjata api, yakni memperlakukan setiap senjata seolah selalu dalam kondisi siap digunakan. Menurutnya, prinsip tersebut mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kehati-hatian, serta kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Filosofi tersebut juga menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif. Setiap kebijakan dan keputusan yang diambil harus melalui pertimbangan matang karena menyangkut kepentingan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah dataran tinggi Gayo, Diana dikenal aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari sektor pembangunan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Perhatian khusus diberikan kepada para petani kopi Gayo yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Menurut Diana, kopi Gayo bukan hanya komoditas unggulan yang telah dikenal di pasar internasional, tetapi juga identitas budaya dan sumber penghidupan ribuan keluarga yang harus terus dijaga keberlanjutannya.

Karena itu, ia terus mendorong berbagai upaya penguatan sektor pertanian, termasuk peningkatan infrastruktur pendukung, akses pasar, serta kebijakan yang berpihak kepada petani.

Melalui komunikasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Diana berupaya memastikan aspirasi masyarakat kecil tetap mendapat ruang dalam proses pengambilan kebijakan.

Semangat pengabdian Diana banyak terinspirasi dari para pahlawan perempuan Aceh yang telah menorehkan sejarah perjuangan bangsa, seperti Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang, Pocut Baren, dan Pocut Meurah Intan.

Tokoh-tokoh tersebut menjadi sumber inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinan serta semangat juangnya dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Sebagai kader muda Partai Golkar, Diana hadir membawa energi baru di parlemen Aceh. Meski menjadi anggota termuda di antara 81 legislator DPRA, ia berupaya membuktikan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk berkontribusi dan mengabdi kepada masyarakat.

Kedekatannya dengan warga, kebiasaan turun langsung ke lapangan, serta konsistensinya dalam memegang nilai disiplin, kepedulian, dan keberanian menjadikan Diana sebagai salah satu figur perempuan muda yang mendapat perhatian dalam dinamika politik Aceh.

Bagi Diana Putri Amelia, tugas seorang wakil rakyat tidak hanya hadir di ruang parlemen, tetapi juga berada di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, dan turut menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah.

Dari arena latihan menembak hingga perjuangan membela kepentingan petani kopi Gayo, Diana berupaya menunjukkan bahwa kepemimpinan dibangun melalui ketangguhan mental, kedisiplinan, dan komitmen untuk terus melayani masyarakat.