MITRAPOL.com, Tangerang Raya – Aliansi Alumni dan Pelajar Tangerang Raya (ALPETARA) mendeklarasikan komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif melalui gerakan bertajuk “Pelajar Cerdas, Berprestasi, dan Peduli Kamtibmas”.
Deklarasi yang digelar di Tangerang Raya tersebut menjadi bentuk ajakan kepada para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), tindakan anarkis, serta berbagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Anggota ALPETARA, Rizki Anggara, mengatakan salah satu faktor yang kerap memicu tawuran pelajar adalah gesekan antarindividu maupun munculnya rasa gengsi antarsekolah yang berkembang di lingkungan pelajar.
“Biasanya tawuran terjadi karena adanya gesekan antar pelajar atau rasa gengsi antar sekolah. Hal tersebut sering menjadi pemicu terjadinya konflik yang berujung pada tawuran,” ujar Rizki, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pencegahan tawuran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam memberikan edukasi, pengawasan, serta pembinaan kepada para pelajar agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan masa depan mereka.
Selain mengampanyekan pencegahan tawuran, ALPETARA juga menaruh perhatian serius terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Rizki menilai upaya pencegahan harus dimulai dengan membangun pola pikir positif melalui kegiatan yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada prestasi.
“Kami ingin mengajak para pelajar untuk lebih fokus pada kegiatan positif, meningkatkan kemampuan diri, serta menjauhi perilaku negatif seperti tawuran maupun penyalahgunaan narkoba,” katanya.
ALPETARA juga mendorong terwujudnya hubungan yang harmonis di antara pelajar tanpa membedakan asal sekolah, suku, agama, maupun latar belakang lainnya. Menurut Rizki, semangat persatuan dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.
Di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), ALPETARA menilai pelajar perlu memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
“Ketika pelajar memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, maka berbagai bentuk pelanggaran maupun tindakan negatif dapat diminimalkan,” ujarnya.
Selain itu, ALPETARA juga menyoroti penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Organisasi tersebut mengingatkan pentingnya literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang bersifat provokatif.
“Media sosial memiliki banyak manfaat jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, edukasi literasi digital harus terus ditingkatkan agar pelajar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” jelas Rizki.
Terkait maraknya ajakan maupun provokasi di media sosial yang berpotensi memicu aksi negatif di kalangan pelajar, ALPETARA mengimbau generasi muda untuk lebih mengutamakan pendidikan dan masa depan dibanding mengikuti ajakan yang tidak jelas manfaatnya.
Dalam deklarasi tersebut, ALPETARA menyampaikan tujuh komitmen utama, yaitu menolak tawuran pelajar, menolak penyalahgunaan narkoba, menolak tindakan kekerasan dan perundungan, menjaga persatuan antarpelajar, mengutamakan pendidikan dan prestasi, menggunakan media sosial secara bijak, serta berperan aktif menjaga keamanan lingkungan sekolah maupun masyarakat.
ALPETARA berharap gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui semangat “Belajar Hari Ini, Memimpin Masa Depan. Stop Tawuran, Tolak Narkoba, Jaga Kamtibmas, Raih Prestasi untuk Indonesia”, ALPETARA mengajak seluruh pelajar SMA dan SMK di Tangerang Raya untuk fokus mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.












