Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Aksi KNPB di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres: Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Pengamanan

Admin
×

Aksi KNPB di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres: Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Pengamanan

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com | Nabire, Papua Tengah – Aksi penyampaian pendapat yang digelar massa simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (3/8/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kelancaran kegiatan tersebut disebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi terbuka antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta koordinator lapangan massa aksi.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat sinergi semua pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun penyampaian aspirasi.

“Kita bisa melihat aspirasi berjalan dengan baik, dan hari ini bisa selesai lebih cepat dari biasanya. Inilah yang kami harapkan, sehingga ke depan komunikasi dua arah seperti ini terus terjalin,” ujar Kapolres.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi yang dituangkan dalam dokumen pernyataan sikap. Dokumen tersebut diterima oleh Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Kelompok Kerja Agama, Yehuda Gobai, yang menyatakan seluruh aspirasi akan diteruskan untuk dibahas dalam forum internal MRP Papua Tengah.

“Kami menerima aspirasi ini dengan hati yang terbuka, kemudian akan kami teruskan,” kata Yehuda Gobai.

Kapolres juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Nabire yang tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Menurutnya, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meskipun sempat beredar sejumlah informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan menjelang pelaksanaan aksi.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada peserta aksi yang ditahan. Informasi mengenai adanya peserta yang diamankan, menurutnya, tidak benar. Polisi hanya mengevakuasi seorang korban kecelakaan lalu lintas beserta kendaraannya ke Polres Nabire untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib. Pengamanan kegiatan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta mendapat dukungan dari tokoh masyarakat sehingga seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan lancar.

Dalam dokumen pernyataan sikap yang dibacakan, massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penyelesaian konflik di Papua, akses kemanusiaan, serta berbagai isu politik lainnya.