MITRAPOL.com | Aceh Tengah – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh resmi mengoperasikan Jembatan Bailey Wih Kanis di Kabupaten Aceh Tengah setelah pembangunan jembatan darurat tersebut rampung. Infrastruktur ini kembali membuka akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat bencana banjir bandang.
Beroperasinya jembatan tersebut disambut antusias masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan BPJN Aceh melalui kegiatan syukuran sebagai ungkapan rasa syukur atas pulihnya konektivitas antarkecamatan.
Jembatan Bailey Wih Kanis menghubungkan Kecamatan Bandar dan Kecamatan Mesidah, dua wilayah yang sempat mengalami hambatan mobilitas setelah bencana melanda.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana menjadi prioritas pemerintah guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas. Oleh karena itu, percepatan penanganan terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal,” ujar Menteri Dody.
Menurutnya, pemulihan akses transportasi tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah pascabencana.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, menjelaskan pembangunan Jembatan Bailey dilakukan sebagai solusi cepat setelah hasil asesmen lapangan menunjukkan perlunya akses darurat agar masyarakat tidak terlalu lama terisolasi.
Jembatan tersebut memiliki spesifikasi:
- Panjang 30 meter.
- Lebar 4 meter.
- Kapasitas beban hingga 20 ton.
Pembangunan dimulai pada 4 Juni 2026 dan selesai pada 5 Juli 2026, sehingga kini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai pelaksana tanggap darurat dengan melibatkan 33 personel, didukung dua unit excavator, satu unit vibro roller, dan tiga unit dump truck.
Dengan kembali difungsikannya Jembatan Bailey Wih Kanis, akses masyarakat menuju pusat kecamatan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta sentra pertanian kembali normal.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan mobilitas warga, serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Aceh Tengah.
Selain menghadirkan jembatan darurat, Kementerian PU melalui BPJN Aceh juga telah menyiapkan pembangunan jembatan permanen sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Jembatan permanen tersebut akan dibangun di sisi Jembatan Bailey Wih Kanis guna memperkuat konektivitas jangka panjang, termasuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
BPJN Aceh juga turut membantu penanganan sejumlah ruas jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memastikan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan kegiatan ekonomi kembali berjalan secara optimal.












