Jakarta

Kepala BNN RI dan Menko PMK Perkuat Sinergi P4GN, Bahas Pencegahan Narkotika hingga Pengawasan Vape

Admin
×

Kepala BNN RI dan Menko PMK Perkuat Sinergi P4GN, Bahas Pencegahan Narkotika hingga Pengawasan Vape

Sebarkan artikel ini
Kepala BNN RI dan Menko PMK Perkuat Sinergi P4GN, Bahas Pencegahan Narkotika hingga Pengawasan Vape
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

MITRAPOL.com | Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Dalam audiensi tersebut, Kepala BNN RI didampingi sejumlah pejabat utama BNN, antara lain Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pencegahan, Plt. Deputi Rehabilitasi, Direktur Hukum Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama, serta Admindukes Madya Deputi Bidang Rehabilitasi.

Pada kesempatan itu, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memaparkan berbagai strategi penguatan P4GN yang saat ini tengah dijalankan BNN. Salah satunya melalui Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) yang mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, dan humanis.

Program tersebut melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemanfaatan ruang digital sebagai media edukasi guna membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

Dalam pertemuan itu, Kepala BNN RI juga menyampaikan hasil Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2025 yang mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen, atau sekitar 4,15 juta jiwa.

Selain tingginya angka prevalensi, BNN juga menyoroti masih adanya stigma terhadap penyalah guna narkotika yang menyebabkan sebagian masyarakat enggan mengikuti program rehabilitasi.

Menurut BNN, kondisi tersebut menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkotika dapat berjalan secara terpadu.

Dalam paparannya, Kepala BNN RI menjelaskan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dibangun bersama kementerian dan lembaga.

Kolaborasi tersebut meliputi penguatan Program ANANDA BERSINAR bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), pemanfaatan data kelompok rentan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, pengembangan Program Pesantren Bersinar bersama Kementerian Agama, serta penguatan Program Desa/Kelurahan Bersinar bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

BNN menilai sinergi tersebut menjadi bagian dari transformasi strategi P4GN yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada upaya pencegahan.

Audiensi juga membahas perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin beragam, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui vape atau rokok elektrik.

Menanggapi hal tersebut, Menko PMK Pratikno menyatakan kesiapan Kemenko PMK untuk mengoordinasikan penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk mendorong pembahasan kebijakan terkait pengaturan penggunaan vape sebagai langkah antisipasi terhadap penyalahgunaan narkotika.

Menutup pertemuan, Menko PMK menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sinergi bersama BNN dalam implementasi Program P4GN.

Penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta perluasan edukasi kepada masyarakat di berbagai daerah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi muda Indonesia.