MITRAPOL.com | Jakarta – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional.
Karena itu, penguatan akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pendampingan usaha dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat.
Hal tersebut disampaikan Amirsyah saat menerima audiensi jajaran Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI APKLI-P Tahun 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Amirsyah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri Munas VI APKLI-P yang dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Jakarta pada 27–29 Agustus 2026.
Amirsyah menyampaikan bahwa sektor UMKM dan PKL memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, MUI melalui Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) terus mendorong pengembangan ekonomi umat melalui peningkatan akses pembiayaan berbasis syariah, penguatan kapasitas SDM, serta pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan koperasi.
“Melalui LPEU, MUI berupaya memperkuat pembiayaan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM, PKL, dan koperasi berbasis syariah. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan APKLI-P untuk mendukung pengembangan ekonomi rakyat,” ujar Amirsyah.
Selain itu, ia mengundang APKLI-P untuk berpartisipasi dalam Kongres Umat Islam Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026. Menurutnya, salah satu agenda kongres tersebut adalah membahas berbagai rekomendasi mengenai penguatan ekonomi rakyat.
Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, menyambut baik komitmen MUI dalam mendukung pengembangan sektor UMKM dan PKL.
Ia menilai sinergi antara APKLI-P dan LPEU MUI dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami mengapresiasi komitmen MUI terhadap pengembangan ekonomi rakyat. Potensi UMKM dan PKL di Indonesia sangat besar sehingga kolaborasi dalam bidang pembiayaan, peningkatan kompetensi, dan pendampingan usaha menjadi sangat penting,” kata Ali Mahsun.
Ia juga memastikan APKLI-P akan menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut serta menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi umat.
Audiensi tersebut juga membahas persiapan pelaksanaan Munas VI APKLI-P yang akan menjadi forum penyusunan program kerja organisasi serta penguatan peran PKL dan UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan itu, Amirsyah didampingi Sekretaris LPEU MUI, Darmawan. Sementara rombongan APKLI-P dipimpin Ketua Umum dr. Ali Mahsun ATMO bersama jajaran pengurus dan panitia Munas VI.
Melalui sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pengembangan sektor UMKM dan PKL semakin kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi rakyat dan memperluas kesempatan kerja di Indonesia.












