Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kementerian PU Bersihkan Sedimentasi Irigasi Tukad Saba Buleleng, Jaga Pasokan Air 3.897 Hektare Sawah

Admin
×

Kementerian PU Bersihkan Sedimentasi Irigasi Tukad Saba Buleleng, Jaga Pasokan Air 3.897 Hektare Sawah

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Bersihkan Sedimentasi Irigasi Tukad Saba Buleleng
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan pembersihan sedimentasi pada Saluran Irigasi Patemon Kajanan di Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba, Kabupaten Buleleng, Bali.

MITRAPOL.com, Buleleng – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan pembersihan sedimentasi pada Saluran Irigasi Patemon Kajanan di Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba, Kabupaten Buleleng, Bali.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian sekaligus mendukung produktivitas petani di tengah potensi kekeringan dan perubahan pola cuaca.

Pembersihan dilakukan dengan mengangkat endapan sedimentasi yang menumpuk di saluran. Sedimentasi yang dibiarkan dapat mengurangi kapasitas saluran dan menghambat distribusi air ke area pertanian.

D.I. Tukad Saba memiliki jaringan saluran primer sepanjang 35.191 meter dan saluran sekunder sepanjang 57.657 meter. Jaringan irigasi tersebut melayani sekitar 3.897 hektare lahan pertanian di Kabupaten Buleleng.

Kawasan tersebut menjadi salah satu sentra pertanian produktif dengan berbagai komoditas, termasuk padi dan sayuran. Karena itu, pemeliharaan jaringan irigasi secara berkala dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bagi petani, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, jaringan irigasi yang andal memberikan kepastian pasokan air bagi lahan pertanian.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody.

Kementerian PU menyebut pemeliharaan jaringan irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung sektor pertanian dan target swasembada pangan nasional.

Melalui BWS Bali Penida, pemeliharaan jaringan sumber daya air terus dilakukan untuk menjaga keandalan sistem irigasi dan memastikan distribusi air dapat berlangsung secara optimal bagi masyarakat.

Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Visi PU 608 yang menekankan pembangunan infrastruktur yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.