Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

2.623 Pengungsi Gempa di Reok Dapat Tambahan Layanan Air Bersih dan Sanitasi

Admin
×

2.623 Pengungsi Gempa di Reok Dapat Tambahan Layanan Air Bersih dan Sanitasi

Sebarkan artikel ini
2.623 Pengungsi Gempa di Reok Dapat Tambahan Layanan Air Bersih dan Sanitasi
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menambah sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.623 warga terdampak gempa

MITRAPOL.com, Manggarai – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menambah sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.623 warga terdampak gempa yang mengungsi di dua posko terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Dua lokasi tersebut terdiri atas Posko Golo Conggo yang menampung 1.111 pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 pengungsi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana, khususnya bagi warga yang masih tinggal di pengungsian.

“Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Dody. Sabtu (22/8/2026).

Sejak gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), pelayanan air di kedua posko didukung lima unit hidran umum berkapasitas masing-masing 1.000 liter dari Pertamina dan Brimob.

Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga mobil tangki milik PDAM Komodo. Pasokan air berasal dari Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Reok.

Kementerian PU menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi air di kedua posko.

Layanan tersebut perlu diperkuat karena laporan dari lokasi pengungsian sebelumnya menunjukkan pasokan air belum mencukupi kebutuhan sebagian warga. Fasilitas sanitasi di Posko Barangkolong juga dilaporkan mengalami gangguan.

Kementerian PU tengah mengirimkan sejumlah sarana tambahan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, menuju Reok. Bantuan terdiri atas empat mobil tangki air, satu mobil vakum, dan satu truk jungkit.

Selain itu, pemerintah menyiapkan lima set hidran umum, dua unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) portabel, serta satu unit pengolahan limbah Biority.

Peralatan tersebut diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026). Setelah tiba, seluruh sarana akan ditempatkan di kedua posko berdasarkan kebutuhan dan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.

Saat ini, para pengungsi masih menggunakan MCK darurat dan fasilitas milik warga di sekitar posko. Penambahan MCK portabel serta mobil vakum diharapkan meningkatkan kapasitas sanitasi dan mendukung pengelolaan limbah domestik di kawasan pengungsian.

Kementerian PU akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM, BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait selama masa tanggap darurat.