MITRAPOL.com, Serdang Bedagai – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memulai pilot project penanaman kedelai seluas 1.000 hektare (ha) di sejumlah wilayah kerjanya.
Program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi kedelai nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 20 titik yang tersebar di enam provinsi dengan penanaman perdana dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat (28/8/2026).
Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah dalam meningkatkan produksi kedelai nasional.
“PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan impor kedelai,” kata Jatmiko, Senin (31/8/2026).
Menurut Jatmiko, areal pilot project memanfaatkan lahan peremajaan atau replanting sawit milik perusahaan, lahan tersebut digunakan untuk menanam kedelai selama masa tunggu sebelum ditanami kembali dengan kelapa sawit.
“Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit, selama kurang lebih enam bulan sebelum sawit kembali ditanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu,” ujarnya.
Jatmiko menyebut ketergantungan Indonesia terhadap impor masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan kedelai. Karena itu, PalmCo memilih memulai program melalui proyek percontohan sebelum melakukan ekspansi dalam skala lebih besar.
“Karena kita belum pernah menanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 ha dulu. Jika berhasil dan layak dari berbagai aspek, insyaallah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih besar,” katanya.
Dalam proyek tersebut, PTPN IV PalmCo menanam kedelai varietas Grobogan yang memiliki potensi produksi hingga sekitar 2 ton per ha dengan siklus tanam 85–90 hari.
Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian, Arief Muliawan, mengapresiasi langkah PTPN IV PalmCo dan berharap proyek tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung program swasembada pangan.
“Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menilai keberhasilan program dalam skala besar membutuhkan sinergi antara pemerintah, perusahaan, kelompok tani, mitra strategis, dan pihak pembeli hasil produksi (offtaker).
“Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerja sama banyak pihak pasti sangat dibutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker,” kata Rizal.
PTPN IV PalmCo menyatakan hasil evaluasi pilot project akan menjadi dasar untuk menentukan kemungkinan pengembangan penanaman kedelai pada areal yang lebih luas.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan replanting sawit sebelum kembali digunakan untuk budidaya kelapa sawit.












