Scroll untuk baca artikel
Nasional

PTPN IV PalmCo Perkuat Kepemimpinan Perempuan, Dirut: Berani Tampil dan Ambil Peran

Admin
×

PTPN IV PalmCo Perkuat Kepemimpinan Perempuan, Dirut: Berani Tampil dan Ambil Peran

Sebarkan artikel ini
PTPN IV PalmCo Perkuat Kepemimpinan Perempuan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa saat menyampaikan materi Creating Impact Through Ownership & Initiatives.

MITRAPOL.com, Jakarta — PTPN IV PalmCo memperkuat kapasitas talenta perempuan untuk meningkatkan representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan di industri perkebunan nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui forum “Srikandi PalmCo: Women in Leadership – Speak to Lead, Lead to Inspire” di Jakarta. Rabu (26/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun ekosistem kerja yang inklusif sekaligus menyiapkan talenta perempuan menghadapi tuntutan bisnis agribisnis yang semakin adaptif dan kom-petitif.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perempuan memiliki sejumlah karakter yang dapat menjadi modal penting dalam kepemimpinan, antara lain ketahanan, ketelitian, dan perhatian terhadap detail.

“Perempuan memiliki daya tahan (resilience) yang lebih, serta tingkat ketelitian dan perhatian terhadap detail yang tinggi. Ini adalah hal-hal yang secara alamiah sudah ada di dalam diri perempuan,” ujar Jatmiko saat menyampaikan materi Creating Impact Through Ownership & Initi-atives.

Menurut Jatmiko, karakter tersebut perlu diikuti keberanian untuk mengambil peran strategis dan menyampaikan gagasan. Ia mendorong talenta perempuan di lingkungan PalmCo tidak ragu tampil sebagai pemimpin.

“Kalian semua adalah pemimpin. Buat para pemimpin perempuan di PalmCo, jangan pernah ragu untuk speak up. Gunakan hati dalam bekerja, dan selalu jeli melihat peluang serta situasi yang ada,” katanya.

Dalam forum tersebut, Jatmiko juga menekankan tiga prinsip yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yakni walk the talk, clear communication, dan clear accountability.

Walk the talk menekankan pentingnya keselarasan antara perkataan dan tindakan. Sementara clear communication berkaitan dengan ke-mampuan membangun komunikasi yang jelas dan asertif. Adapun clear accountability menegaskan pentingnya tanggung jawab atas setiap keputusan dan pekerjaan.

“Tanggung jawab itu penting. Jangan pernah lari dari tanggung jawab,” tegas Jatmiko.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo sekaligus Ketua Srikandi PalmCo, Hilda Savitri, menilai keberanian menjadi salah satu faktor penting bagi perempuan untuk berkembang dalam dunia profesional.

Hilda mengajak para peserta berani mengambil keputusan, menyampaikan ide, dan membangun keyakinan terhadap kapasitas diri.

“Hari ini adalah tentang bagaimana kita memiliki keberanian untuk mengambil peran, keberanian untuk menyampaikan ide dan gagasan, serta keberanian untuk berdiri dan menyuarakan apa yang kita yakini,” ujar Hilda.

Program Srikandi PalmCo: Women in Leadership dirancang tidak hanya untuk membangun keberanian, tetapi juga memperkuat kemampuan kepemimpinan dan komunikasi para talenta perempuan.

Dukungan dari tingkat holding ditunjukkan melalui kehadiran Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Endang Suraningsih serta agenda Women Leader in Action Talkshow.

PTPN IV PalmCo juga menghadirkan entrepreneur sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Merry Riana, untuk memberikan pelatihan The Art of Public Speaking.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik yang dibutuhkan pemimpin, termasuk dalam membangun relasi dengan pemangku kepentingan, melakukan negosiasi, serta merepresentasikan perusahaan di tingkat nasional dan global.

Melalui program pengembangan talenta tersebut, PTPN IV PalmCo menargetkan semakin banyak perempuan memiliki kesiapan untuk menduduki posisi strategis dengan mengandalkan kompetensi, empati, ketegasan, dan integritas.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sumber daya manusia yang mampu mendukung transformasi dan meningkatkan daya saing industri perkebunan Indonesia.