Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kementerian PU Distribusikan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa Sikka

Admin
×

Kementerian PU Distribusikan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa Sikka

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Distribusikan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa Sikka
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 12.000 liter air bersih kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

MITRAPOL.com, Sikka – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 12.000 liter air bersih kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Distribusi air bersih tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Baopaat, Kecamatan Lela, dan Gelora Samador yang menjadi salah satu lokasi pengungsian terpusat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya warga yang masih berada di pengungsian.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody. Minggu (23/8/2026)

Di Desa Baopaat, Kecamatan Lela, pelayanan air bersih dilakukan di RT 08/RW 03 untuk memenuhi kebutuhan 48 kepala keluarga atau 192 jiwa.

Kementerian PU mengirimkan satu Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 6.000 liter ke lokasi tersebut.

Sementara itu, sebanyak 1.305 jiwa atau 358 kepala keluarga di Gelora Samador juga mendapatkan bantuan air bersih. Sebanyak 6.000 liter air dikirimkan menggunakan MTA untuk mendukung kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian.

Dengan demikian, distribusi air bersih di dua lokasi tersebut mencapai 12.000 liter dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan sekitar 1.497 jiwa.

Kementerian PU selanjutnya terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau kebutuhan masyarakat di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar dukungan terhadap infrastruktur dan kebutuhan dasar dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi pascagempa.

Kementerian PU menyatakan akan terus mendukung masyarakat terdampak gempa di NTT, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan infrastruktur untuk membantu proses pemulihan di wilayah terdampak.