MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan penanganan 13 titik longsor di dua ruas jalan utama Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah selesai. Kedua ruas tersebut kini dapat dilalui kembali untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi bantuan pascagempa.
Berdasarkan keterangan Kementerian PU, Sabtu (22/8/2026), sebanyak 10 titik longsor ditangani di ruas Krica-Nitung sepanjang 10,5 kilometer. Tiga titik lainnya berada di ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer dan ditangani melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Kementerian PU menyebut kedua ruas jalan telah kembali fungsional. Akses tersebut menghubungkan sejumlah desa dengan pusat pelayanan serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas dalam penangana
“Kementerian PU terus berupaya agar akses jalan kembali fungsional secepat mungkin.Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody.
Terbukanya kembali akses darat diharapkan memperlancar pengiriman bantuan dan kebutuhan dasar ke wilayah terdampak. Warga juga dapat kembali menggunakan jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk mempercepat pembersihan material longsor, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan dua ekskavator dan satu kendaraan pikap dari Pelabuhan Maumere di Pulau Flores menuju Pulau Palue.
Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material yang menutup jalan dan membuka ke
Pulau Palue berada di sebelah utara Pulau Flores dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Sikka. Pulau seluas sekitar 41 kilometer persegi itu terdiri atas delapan desa, yakni Nitunglea, Lidi, Reruwairere, Maluriwu, Kesokoja, Ladolaka, Tuanggeo, dan Rokirole.
Meski akses utama telah dibuka, Kementerian PU bersama pemerintah daerah masih menjaga kondisi jalan untuk mengantisipasi longsor atau gangguan baru akibat gempa susulan.
Kementerian PU menyatakan pemulihan infrastruktur terdampak bencana di NTT akan dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan, konektivitas masyarakat, dan kelancaran distribusi bantuan.












