Scroll untuk baca artikel
Ragam

Polres Bogor Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Gas Subsidi dan Intimidasi

Admin
×

Polres Bogor Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Gas Subsidi dan Intimidasi

Sebarkan artikel ini
Polres Bogor Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Gas Subsidi dan Intimidasi
Dugaan Penyelewengan Gas Subsidi dan Intimidasi

MITRAPOL.com, Bogor — Pengangkutan sekitar 300 tabung LPG 3 kilogram denan menggunakan mobil pikap dari wilayah Jakarta Barat menuju Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang ditemukan awak media pada Jumat (18/9/2026) menuai sorotan dan berbagai dugaan.

Mobil Suzuki Carry pikap berwarna putih dengan nomor polisi B 9441 TVA tersebut disebut membawa tabung LPG 3 kg bersubsidi dengan segel berwarna kuning bertuliskan PT Ashaigas Sejahtera Berenergi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, kendaraan tersebut disebut akan mengirimkan muatan ke wilayah Cileungsi.

Muncul dugaan bahwa LPG 3 kg tersebut akan dialihkan untuk keperluan yang tidak sesuai peruntukannya, termasuk kemungkinan dipindahkan ke tabung LPG nonsubsidi berukuran lebih besar.

Namun, dugaan tersebut belum terverifikasi secara resmi dan memerlukan pemeriksaan aparat berwenang.

Saat dikonfirmasi, pengemudi kendaraan mengaku hanya menjalankan perintah dari atasannya.

“Saya hanya disuruh untuk mengantarkan saja oleh bos ke wilayah Cileungsi,” ujar pengemudi tersebut.

Pengemudi juga menyebut atasannya dapat memberikan keterangan melalui sambungan telepon.

Atas temuan tersebut, awak media kemudian menghubungi Call Center Polri 110 dan menyampaikan informasi mengenai lokasi serta kronologi kejadian.

Layanan 110 merupakan kanal resmi Polri yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi, laporan, dan pengaduan, termasuk kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.

Menurut informasi yang disampaikan kepada awak media, laporan tersebut diteruskan ke Polsek Gunung Putri. Awak media juga memberikan titik lokasi kendaraan kepada petugas.

Namun, sebelum petugas tiba di lokasi, sejumlah orang mendatangi kendaraan tersebut. Salah seorang pria yang mengaku sebagai pemilik kendaraan dan muatan memperkenalkan diri dengan nama Jhon.

“Saya pemilik mobil. Itu hanya kesalahan administrasi, silakan laporkan pangkalannya,” ujar pria tersebut.

Tidak lama kemudian, kendaraan dan muatan LPG tersebut meninggalkan lokasi. Kondisi itu membuat dugaan mengenai status dan tujuan pengangkutan ratusan tabung LPG tersebut belum dapat diklarifikasi secara menyeluruh.

Ketika dikonfirmasi mengenai keterlambatan personel, salah seorang anggota Polsek Gunung Putri menyampaikan adanya kendala dalam pengerahan anggota.

“Kami harus mengumpulkan personel terlebih dahulu dan tadi ada kendala macet di jalan. Tetapi anggota tadi sudah tiba di lokasi dan sudah tidak ada apa-apa,” ujar anggota tersebut.

Peristiwa tersebut memunculkan desakan agar aparat kepolisian melakukan penelusuran terhadap asal, tujuan, dokumen pengangkutan, serta status distribusi LPG 3 kg yang dibawa kendaraan tersebut.

Pertamina juga dinilai perlu melakukan verifikasi terhadap rantai distribusi apabila benar terdapat tabung LPG bersubsidi yang dipindahkan keluar jalur distribusi sebagaimana mestinya.

Pengawasan LPG 3 kg memang berkaitan dengan pengendalian produk bersubsidi. Pertamina menjelaskan bahwa distribusi LPG 3 kg merupakan bagian dari penugasan pelayanan publik dan memerlukan monitoring serta pengendalian agar penyalurannya tepat sasaran.

Selain persoalan distribusi LPG, keberadaan sejumlah orang yang mendatangi lokasi sebelum petugas tiba juga perlu diklarifikasi.

Jika terdapat dugaan intimidasi terhadap wartawan, persoalan tersebut semestinya diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan pihak yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Bogor mengenai hasil pemeriksaan terhadap kendaraan dan muatan tersebut, termasuk apakah telah dilakukan penelusuran terhadap pangkalan atau pihak yang disebut terkait dengan pengiriman LPG.

Redaksi juga masih membuka ruang klarifikasi bagi Polres Bogor, Polsek Gunung Putri, Pertamina, BPH Migas, pihak pangkalan, serta pemilik kendaraan dan muatan untuk menjelaskan status pengangkutan sekitar 300 tabung LPG 3 kg tersebut.