MITRAPOL.com, Jakarta – Penasihat Forum Akademisi Indonesia (FAI), Aat Surya Safaat, mengapresiasi perkembangan kemitraan Taiwan dan Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat. Ia menilai, kerja sama kedua pihak masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan demi memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Saya yakin hubungan business-to-business dan people-to-people Taiwan-Indonesia ke depan akan semakin tumbuh dan berkembang serta memiliki banyak ruang untuk perbaikan bagi keuntungan kedua belah pihak,” kata Aat di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), dalam perbincangan mengenai peringatan Hari Nasional Taiwan atau Double Tenth Day.
Kepala Biro Kantor Berita ANTARA New York 1993-1998 dan Direktur Pemberitaan ANTARA 2016 ini, menyoroti pentingnya kerja sama pendidikan, khususnya melalui program beasiswa dan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Taiwan.
Menurut dia, peluang tersebut dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses ke industri berteknologi tinggi.
Ia menyebut mahasiswa Indonesia di Taiwan menempuh berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga doktoral, termasuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
“Setelah menyelesaikan studi di Taiwan, mereka bisa langsung bekerja di Taiwan atau bekerja di perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.
Dalam sektor teknologi, Taiwan memiliki posisi penting dalam rantai pasok semikonduktor global, berdasarkan data dari International Trade Administration Amerika Serikat yang dipublikasikan pada Desember 2025 menyebut Taiwan menguasai lebih dari 60 persen pendapatan global industri manufaktur semikonduktor berbasis foundry dan lebih dari 90 persen produksi chip tercanggih.
Menurut Aat, investasi perusahaan Taiwan di Indonesia juga berpotensi memberikan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan aktivitas ekonomi, di bidang perdagangan, ia menilai hubungan kedua pihak saling melengkapi, antara lain melalui pertukaran produk industri dan bahan baku.
Sementara itu, Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Bruce C. J. Hung, dalam perayaan Hari Nasional Taiwan di Jakarta pada 7 Oktober 2026 menyampaikan bahwa kemitraan Taiwan dan Indonesia terus berkembang di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.
Bruce menyebut lebih dari 400.000 pekerja migran Indonesia dan sekitar 18.000 mahasiswa Indonesia berada di Taiwan, ia juga menegaskan bahwa masyarakat Indonesia di Taiwan merupakan bagian penting dari hubungan kedua pihak.
Aat turut menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI), menurut dia, meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia di wilayah tersebut tetap menjadi hal penting.
Dalam konteks itu, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berperan dalam pelayanan dan perlindungan PMI, termasuk mendorong pemenuhan hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Aat berharap, penguatan kerja sama pendidikan, perdagangan, investasi, dan perlindungan warga Indonesia dapat terus berjalan beriringan. Dengan demikian, kemitraan Taiwan-Indonesia tidak hanya memperluas peluang ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat dan persahabatan kedua pihak.












