MITRAPOL.com, Lampung Timur – Keterlibatan aktif komunitas lokal bisa menjadi motor utama dalam membantu mempercepat pembangunan serta kemandirian ekonomi di pedesaan, sekaligus mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi sekaligus menekan arus urban-isasi.
Salah satu komunitas lokal yang ada di Kabupaten Lampung Timur adalah komunitas Gerakan Galery Bung Karno diinisiatori oleh Bunda Ayu Gembirowati yang berada di desa Bumi Jawa Kabupaten Lampung Timur.
Dengan tujuan mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa melalui kolaborasi serta pengembangan koperasi, Bunda Ayu Gembirowati meresmikan Gerakan Empat pilar Gerakan Desa di Desa Bumi Jawa, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (10/10/2026).
Dalam sambutannya, Bunda Ayu menyebut gerakan tersebut bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa melalui kolaborasi serta pengembangan koperasi.
“Yang paling utama adalah Bank Central Soekarno, nantinya, melalui koperasi dan ekonomi desa, diharapkan tersedia modal kerja untuk mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bunda Ayu.
Peresmian empat pilar tersebut meliputi Rumahku Istanaku sebagai pusat kajian kebangsaan dan ideologi Pancasila; Museum dan Galeri Bung Karno sebagai sarana edukasi sejarah perjuangan bangsa; Bank Central Soekarno yang digagas sebagai koperasi induk; serta Wadah Tunggal 83.755 Desa dan Kelurahan NKRI untuk konsolidasi dan komunikasi pembangunan antardaerah.
Perwakilan Kementerian Transmigrasi, Dr. Andi Wijaya, S.T., M.M., M.AP., selaku Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, hadir mewakili kementerian, dalam kesempatan ini, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menteri Transmigrasi.
Menurut Andi, peran Kementerian Transmigrasi tidak terbatas pada perpindahan penduduk, tetapi juga mencakup pengembangan kawasan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
“Majunya desa sangat berhubungan erat dengan tugas Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.
Melalui inisiatif tersebut, penyelenggara berharap pengembangan potensi lokal, penguatan ekonomi, dan kolaborasi antardesa dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, realisasi fungsi kelembagaan, cakupan koperasi, serta rencana penghimpunan dan pengelolaan modal perlu dijelaskan lebih lanjut agar masyarakat memperoleh informasi yang transparan mengenai mekanisme operasional dan tata kelolanya.












