MITRAPOL.com, Banda Aceh – M. Nasir Djamil, anggota DPR RI asal Aceh yang mengawali karier sebagai wartawan, kembali masuk dalam daftar penerima penghargaan Prerana Awards 2026 dari Serikat Perusahaan Pers (SPS).
Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam rangkaian Gala Dinner & SPS Awards 2026 untuk memperingati 80 tahun SPS, Jumat (6/11/2026), di Ballroom Dispora, Kadrie Oening Tower, Samarinda, Kalimantan Timur.
Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, mengatakan Nasir Djamil menjadi satu-satunya anggota DPR RI asal Aceh yang menerima penghargaan SPS tahun ini. Dari unsur kepala daerah, Bupati Aceh Tamiang juga tercatat sebagai penerima penghargaan.
Menurut Muktarrudin, apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Nasir dalam membangun komunikasi dan hubungan baik dengan komunitas pers.
“Pak Nasir Djamil satu-satunya anggota DPR RI asal Aceh yang menerima penghargaan SPS tahun ini. Ini menjadi apresiasi atas hubungan baik dan komunikasinya dengan insan pers,” kata Muktarrudin, Senin (2/11/2026).
Ia menilai, hubungan yang baik antara wakil rakyat dan pers penting dalam kehidupan demokrasi. Keterbukaan informasi dari para pemangku kebijakan dibutuhkan agar media dapat menjalankan fungsi jurnalistik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Nasir bukan kali pertama menerima penghargaan tersebut. Pada SPS Awards 2025 yang diselenggarakan di Aceh, ia juga memperoleh Prerana Awards bersama anggota DPR RI Fraksi Gerindra, TA Khalid.
Dalam surat tertanggal 25 Oktober 2026, SPS menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Nasir dalam membangun komunikasi dengan insan media, baik di tingkat nasional maupun daerah. Hubungan dan silaturahmi yang terjalin dinilai menjadi bagian penting dalam kemitraan antara tokoh publik dan komunitas pers.
Menanggapi penghargaan tersebut, Nasir menyampaikan terima kasih kepada SPS. Ia berharap apresiasi itu menjadi motivasi untuk terus menjaga komunikasi dengan insan pers sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Terima kasih kepada SPS atas penghargaan dan apresiasi ini. Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan insan pers serta memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Nasir dalam keterangan tertulis.
Nasir Djamil mengawali perjalanan profesionalnya sebagai wartawan Harian Serambi Indonesia pada 1996–1999. Setelah itu, ia memasuki dunia politik dan terpilih sebagai anggota DPRD Aceh periode 1999–2004.
Pada 2004, Nasir mulai berkiprah di DPR RI. Ia kemudian kembali terpilih hingga periode 2024–2029, sehingga telah menjalani lima periode sebagai anggota parlemen nasional.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mewakili daerah pemilihan Aceh II. Pada periode 2024–2029, ia bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Perjalanan dari dunia jurnalistik ke parlemen menjadi bagian penting dari profil Nasir Djamil. Pengalaman sebagai wartawan menjadi latar belakang perjalanan kariernya sebelum mengemban tugas sebagai wakil rakyat di tingkat daerah maupun nasional.
Muktarrudin berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat hubungan antara insan pers dan para wakil rakyat, khususnya yang berasal dari Aceh.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pers dan memperkuat kemitraan dalam kepentingan publik,” ujarnya.
Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan organisasi perusahaan pers yang berdiri pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta dengan nama Serikat Penerbit Suratkabar. Pada 2011, organisasi tersebut bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers seiring perkembangan industri media.
Memasuki usia 80 tahun, SPS terus berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan pers, memperkuat perusahaan media, serta mendorong terciptanya industri pers yang sehat dan bermartabat.
Melalui SPS Awards, organisasi ini memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan insan pers yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan industri media dan kehidupan publik di Indonesia.
Peringatan delapan dekade SPS pada 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran perusahaan pers di tengah transformasi industri media dan tantangan perkembangan teknologi informasi.












