Nasional

Kerahkan 8 Alat Berat, Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor Cisarua Bandung Barat

Admin
×

Kerahkan 8 Alat Berat, Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor Cisarua Bandung Barat

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor Cisarua Bandung Barat
Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor Cisarua Bandung Barat

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan pengerahan alat berat lintas balai guna mempercepat penanganan darurat dan mendukung proses evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga Senin (26/1/2026) pukul 14.00 WIB, sebanyak delapan unit alat berat telah dioperasikan di lokasi bencana. Selain excavator berukuran sedang, Kementerian PU juga memanfaatkan excavator mini yang dinilai lebih efektif untuk bekerja di medan sempit dengan akses terbatas.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menginstruksikan seluruh balai teknis di wilayah Jawa Barat untuk siaga dan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan darurat yang masih berlangsung.

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan proses evakuasi yang dilakukan Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung lainnya,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya.

Pengerahan alat berat dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas unit kerja Kementerian PU, antara lain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Selain itu, dukungan sarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi disediakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat.

BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat mengerahkan enam unit excavator PC 75 untuk membantu pembukaan material longsoran dan mendukung proses evakuasi korban. Sementara itu, BBWS Citarum menurunkan satu unit excavator PC 55 mini yang telah beroperasi di lapangan, serta BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoperasikan satu unit excavator PC 55 mini tambahan.

Untuk pengendalian air dan lumpur di area longsoran, BBWS Citarum juga mengerahkan lima unit pompa alcon berkapasitas 16,7 liter per detik. Dari jumlah tersebut, dua unit beroperasi dan tiga unit dalam kondisi siaga.

Namun, dua pompa yang sempat beroperasi mengalami gangguan akibat kemasukan lumpur dan batu sehingga memerlukan perbaikan. Sebagai dukungan tambahan, satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter tengah dipersiapkan untuk dikirim dari Indramayu.

Dukungan serupa juga diberikan BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan mengirimkan dua unit pompa alcon yang direncanakan mulai beroperasi pada Selasa (27/1/2026). Sementara itu, satu unit excavator PC 200 yang sebelumnya dimobilisasi terpaksa ditarik kembali ke workshop karena keterbatasan akses menuju titik longsoran.

Sebagai pengganti, Kementerian PU memobilisasi excavator PC 55 mini dari Indramayu yang dijadwalkan mulai bekerja efektif pada Selasa pagi.

Selain penanganan teknis di lokasi longsor, Kementerian PU melalui BPBPK Jawa Barat juga mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi. Fasilitas yang telah dimobilisasi meliputi tiga unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, tujuh unit toilet portabel, serta satu unit tenda hunian darurat.

Dengan dukungan sarana dan prasarana tersebut, seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat pencarian korban dan pembersihan material longsor. Penanganan longsor di Cisarua menghadapi tantangan medan berat dan lumpur tebal, sehingga optimalisasi penggunaan alat berat berukuran kecil menjadi pilihan utama dalam mendukung operasi darurat.