MITRAPOL.com, Sragen – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody memastikan percepatan pembangunan terus berjalan sesuai target dengan capaian progres fisik yang telah mencapai 87,12 persen.
Berbeda dengan pola inspeksi pada umumnya, Menteri Dody mengaku lebih memilih memeriksa area proyek yang masih memerlukan penyelesaian guna mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan dan mencari solusi secara cepat.
“Begitu tiba di lokasi, saya memang sengaja melihat bagian yang belum selesai atau yang masih perlu pembenahan. Tujuannya agar kita bisa langsung mengetahui kendala yang ada dan segera mencarikan solusinya,” ujar Dody Hanggodo di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Sragen termasuk yang tercepat dibandingkan sejumlah proyek serupa di berbagai daerah. Selain Sragen, proyek dengan capaian tinggi juga tercatat berada di wilayah Semarang dan Surabaya.
Meski demikian, Kementerian PU mencatat adanya tantangan terkait ketersediaan tenaga kerja selama momentum tradisi 1 Suro di Jawa. Jumlah pekerja yang semula mencapai sekitar 900 orang sempat berkurang menjadi sekitar 600 orang.
Untuk menjaga target penyelesaian proyek, Kementerian PU telah meminta penyedia jasa konstruksi menambah jumlah tenaga kerja hingga mencapai sekitar 1.000 sampai 1.100 orang.
“Potensi tenaga kerja di wilayah sekitar cukup tersedia. Karena itu, pekerjaan akan terus dipercepat melalui sistem kerja bergiliran selama 24 jam agar target penyelesaian tetap tercapai,” katanya.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat yang tersebar di 93 lokasi di berbagai daerah dapat mencapai status fungsional pada akhir Juni 2026. Target tersebut ditetapkan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2026.
“Kami berharap seluruh fasilitas sudah dapat difungsikan pada akhir Juni sehingga para siswa bisa mulai menempati sekolah baru mereka saat tahun ajaran baru dimulai,” ujar Dody.
Selain meninjau progres pembangunan sekolah, Menteri PU juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di sekitar lokasi proyek. Ia menemukan sejumlah ruas jalan daerah mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan angkutan material konstruksi.
Menurut Dody, pemerintah akan memberikan perhatian terhadap perbaikan akses jalan yang terdampak aktivitas pembangunan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026.
“Jalan akses yang digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan ini akan menjadi perhatian pemerintah. Pembangunan sekolah harus berjalan seiring dengan kualitas infrastruktur pendukung yang memadai,” tegasnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sarana belajar bagi masyarakat di berbagai daerah. Dengan percepatan pembangunan yang dilakukan, pemerintah berharap fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa pada tahun ajaran baru mendatang.












