MITRAPOL.com, Pekanbaru – Perum BULOG Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau memberikan penjelasan terkait kedatangan sekitar 2.000 ton beras asal Jawa Barat yang sempat menjadi perhatian publik setelah beredar informasi mengenai dugaan kerusakan sebagian muatan saat transit di Pelabuhan Pelindo Dumai.
Sebelumnya, beras yang diangkut menggunakan kapal tongkang tersebut tiba di Pelabuhan Pelindo Dumai, Dermaga C, pada 20 Mei 2026. Sejumlah pihak menduga sebagian beras mengalami penurunan kualitas akibat terpapar air selama proses pengangkutan.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi mengenai jumlah pasti beras yang mengalami kerusakan maupun hasil pemeriksaan laboratorium terkait kelayakan konsumsi beras tersebut.
Saat dikonfirmasi, Asisten Manajer Perum BULOG Cabang Dumai, Riyanto Aprizal, membenarkan adanya kedatangan beras BULOG dari Jawa Barat yang transit di Dumai.
“Yang kami ketahui memang ada beras BULOG yang datang dari Jawa Barat dan transit di Dumai. Namun terkait tujuan distribusinya, kami tidak mengetahui secara detail,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pengangkutan dilakukan oleh pihak Jasa Prima Logistik (JPL), sementara beras yang berada di wilayah Dumai sempat disimpan di Gudang Bagan Besar.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, awak media kemudian melakukan konfirmasi ke Perum BULOG Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau di Pekanbaru.
Manajer Operasional BULOG Kanwil Riau dan Kepri, Deny, membenarkan bahwa beras tersebut telah didistribusikan ke sejumlah gudang BULOG di berbagai wilayah untuk dilakukan proses pemeriksaan dan penyortiran.
“Terkait kedatangan beras BULOG dari Jawa Barat ke Dumai, benar. Saat ini beras tersebut telah dikirim ke beberapa titik cabang dan disimpan di masing-masing gudang untuk dilakukan penyortiran terlebih dahulu,” kata Deny saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, sebelum proses distribusi kepada masyarakat dilakukan, BULOG akan memastikan kualitas beras yang disalurkan telah memenuhi standar kelayakan konsumsi.
“Kami akan melakukan penyortiran terlebih dahulu. Hasilnya akan kami laporkan, dan kami pastikan beras yang nantinya disalurkan kepada masyarakat telah layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Deny juga menjelaskan bahwa proses pengangkutan dari lokasi pemuatan hingga tiba di gudang menjadi tanggung jawab pihak Jasa Prima Logistik (JPL) sebagai penyedia jasa logistik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa BULOG menjamin kualitas beras yang akan diterima masyarakat setelah melalui proses pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur.
“Masyarakat akan menerima beras dalam kondisi baik, baik dari sisi kemasan, timbangan, kualitas maupun kuantitas. Itu yang kami pastikan sebelum didistribusikan,” tegasnya.
Perum BULOG Kanwil Riau dan Kepulauan Riau menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses penyortiran dan distribusi guna memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar mutu dan keamanan pangan yang berlaku.












