JakartaPendidikan

Hebat! Hanya Dengan Persiapan Sepekan Tim SMAN 8 Jakarta Menang Fesdikgana 2026

Admin
×

Hebat! Hanya Dengan Persiapan Sepekan Tim SMAN 8 Jakarta Menang Fesdikgana 2026

Sebarkan artikel ini
Hanya Dengan Persiapan Sepekan Tim SMAN 8 Jakarta Menang Fesdikgana 2026
Tim SMAN 8 Jakarta yang beranggotakan Arkana Adis Pratama, Reihan Akbar Fadhila, dan Rizki Adhi Permana berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) 2026 tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Selasa (9/6/2026).

MITRAPOL.com, Jakarta – Persiapan yang relatif singkat, tidak menjadi penghalang bagi tim SMAN 8 Jakarta untuk menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, tim sekolah tersebut berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) 2026 tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Kemenangan tersebut mengantarkan SMAN 8 Jakarta menjadi wakil Jakarta Selatan pada ajang Fesdikgana tingkat Provinsi DKI Jakarta yang akan mempertemukan para juara dari lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Tim SMAN 8 Jakarta yang beranggotakan Arkana Adis Pratama, Reihan Akbar Fadhila, dan Rizki Adhi Permana tampil impresif dalam babak final yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026). Mereka berhasil mengungguli sejumlah peserta dari sekolah lain yang turut berkompetisi.

Pada ajang tersebut, SMAN 46 Jakarta meraih posisi kedua, sedangkan SMAN 3 Jakarta menempati peringkat ketiga.

Guru pembimbing tim Fesdikgana SMAN 8 Jakarta, Erza Hermawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui proses persiapan yang hanya berlangsung sekitar satu pekan.

Menurutnya, pembinaan dimulai setelah salah satu anggota tim menghubunginya pada 31 Mei 2026 untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sehari kemudian, tim mengikuti babak penyisihan dan berhasil melaju ke final. Selanjutnya, para peserta menjalani pendalaman materi secara intensif pada 3 hingga 8 Juni 2026.

“Persiapan kami memang singkat, tetapi para siswa menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Bahkan saat perjalanan menuju lokasi lomba, mereka tetap memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dan memperdalam materi,” ujar Erza.

Ia menilai konsistensi belajar, kerja sama tim, dan kemauan untuk terus berkembang menjadi faktor utama yang mengantarkan para siswa meraih hasil terbaik.

Kepala SMAN 8 Jakarta, Ubaidillah, mengapresiasi capaian yang diraih para siswa dan guru pembimbing. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik mampu berkompetisi dan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan kebencanaan.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan yang baik dalam mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa sekolah akan terus mendorong peserta didik untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana pengembangan karakter, wawasan, dan kemampuan kepemimpinan.

Ubaidillah berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus membangun budaya mutu dan budaya berprestasi, terlebih SMAN 8 Jakarta saat ini menyandang predikat Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).

“Seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi sekolah. Kami mengucapkan selamat kepada tim Fesdikgana dan guru pembina atas pencapaian yang membanggakan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Cahya Amanah, menjelaskan bahwa Fesdikgana merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 DKI Jakarta sekaligus program edukasi kebencanaan yang rutin dilaksanakan BPBD DKI Jakarta.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.

“Kami berharap para pelajar memiliki pemahaman yang baik mengenai kebencanaan dan mampu menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana,” ujar Cahya.

Ia menambahkan, melalui kompetisi tersebut peserta tidak hanya dituntut memahami teori kebencanaan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Penyelenggaraan Fesdikgana 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut mampu mengintegrasikan aspek edukasi, penguatan karakter, dan peningkatan kesadaran kebencanaan dalam satu kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar.