MITRAPOL.com | Jakarta – Yayasan Sedulur Bunda Milenial memberikan penghargaan kepada para peserta Workshop Eco Enzyme yang sebelumnya berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori “Pembuatan Eco Enzyme Terbanyak oleh Perempuan dan Pelajar Berkebaya”.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional 2026, yang digelar di The Hall, Lantai 8, Senayan City, Jakarta, pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan perwakilan peserta workshop sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan ribuan perempuan dan pelajar yang berpartisipasi dalam aksi pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme, sekaligus memadukan pelestarian budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Umum Yayasan Sedulur Bunda Milenial, Sisca Rumondor, mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam pencapaian Rekor MURI melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sebagai bentuk apresiasi, kami secara khusus memberikan Sertifikat Terima Kasih kepada para peserta dan perwakilan atas pencapaian Rekor MURI yang merupakan hasil kerja sama yang sangat baik dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Sisca Rumondor.
Peringatan Hari Kebaya Nasional tahun 2026 menjadi perayaan ketiga sejak ditetapkannya hari tersebut sebagai momentum nasional. Acara dihadiri perempuan dari berbagai generasi yang mengenakan kebaya sebagai simbol identitas budaya Indonesia.
Selain seremoni penghargaan, kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi muda Putri Ariani yang membawakan sejumlah lagu inspiratif.
Berbagai aktivitas budaya turut ditampilkan, termasuk permainan tradisional congklak yang dimainkan anak-anak dengan mengenakan kebaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Dalam kesempatan itu, Yayasan Sedulur Bunda Milenial menyerahkan Sertifikat Terima Kasih kepada 43 perwakilan sekolah dan 36 perwakilan kecamatan, serta sejumlah pihak yang mendukung pelaksanaan Workshop Eco Enzyme.
Penyerahan sertifikat dilakukan bersamaan dengan penampilan Piagam Rekor MURI sebagai simbol keberhasilan kolaborasi dalam mendorong pelestarian lingkungan dan budaya.
Menurut Sisca, gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
“Terus lestarikan dan wariskan kebaya kepada generasi muda dengan berbagai cara. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga identitas bangsa yang harus terus hidup berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Yayasan Sedulur Bunda Milenial merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan lingkungan.
Melalui berbagai program kolaboratif, yayasan ini mendorong keterlibatan perempuan serta generasi muda sebagai agen perubahan dalam pelestarian budaya Indonesia sekaligus mendukung gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.












