Nasional

Pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I Dikebut, Ditargetkan Siap di Tahun Ajaran 2026/2027

Admin
×

Pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I Dikebut, Ditargetkan Siap di Tahun Ajaran 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I Dikebut
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung progres pembangunan proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I di Brebes

MITRAPOL.com | Brebes – Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Jawa Tengah I yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, terus dipercepat guna mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan layanan pendidikan yang lebih merata.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung progres pembangunan proyek tersebut dan menekankan pentingnya kedisiplinan, koordinasi yang efektif, serta respons cepat terhadap berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan pekerjaan.

“Setiap kebutuhan maupun hambatan yang dihadapi di lapangan harus segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara efektif dan tidak menghambat progres pembangunan,” ujar Menteri Dody. Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 55 persen. Namun demikian, proyek masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait pasokan material baja yang menjadi komponen penting dalam percepatan konstruksi.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Kementerian PU melakukan koordinasi intensif dengan pihak distributor guna memastikan kelancaran distribusi material dan menjaga target penyelesaian proyek.

“Kami terus berkoordinasi agar suplai material dapat terpenuhi sehingga proses pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi lapangan.

“Kami mendorong seluruh penyedia jasa dan pelaksana konstruksi untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pekerjaan, serta menjaga kualitas hasil pembangunan agar target dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar dan dikerjakan oleh konsorsium KSO WIKA–WEGE–APIK. Sementara pengawasan manajemen konstruksi dilakukan oleh ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.

Pembangunan mencakup kawasan pendidikan terpadu dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Fasilitas yang dibangun meliputi gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, sarana olahraga, serta berbagai infrastruktur penunjang lainnya.

Pada tahap awal pelaksanaan, proyek sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis, termasuk tingginya curah hujan dan keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi pembangunan.

Sebagai langkah percepatan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan menerapkan penyesuaian metode konstruksi dengan memanfaatkan struktur baja pada sebagian bangunan. Strategi tersebut dinilai mampu memangkas waktu pengerjaan struktur secara signifikan, dari sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari.

Selain itu, percepatan juga dilakukan melalui penambahan kapasitas alat angkat, peningkatan mobilisasi material, penambahan jumlah tenaga kerja, serta penerapan sistem kerja dua shift.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat Jateng I agar selesai tepat waktu dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Kehadiran fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya.