MITRAPOL.com, Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SDN 1 Karoya, Kabupaten Lebak, Banten, menuai keluhan dari dewan guru dan orangtua siswa. Menu makanan yang diberikan dinilai kurang variatif dan belum memenuhi harapan terkait asupan gizi bagi anak sekolah.
Keluhan tersebut muncul setelah distribusi makanan dari dapur SPPG Kadudamas yang berlokasi di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, pada Kamis (7/5/2026).
Menu yang diberikan kepada siswa terdiri dari nasi, tempe, tumis pepaya, dan potongan buah melon. Sejumlah pihak menilai menu tersebut terlalu sederhana untuk program yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Salah seorang guru di SDN 1 Karoya menyampaikan bahwa dari sisi kemasan atau wadah makanan sudah cukup baik, namun isi makanan dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Kalau dari segi wadah atau omprengnya memang sudah baik, tetapi isi makanannya kurang variatif dan belum sesuai harapan untuk kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan salah satu orangtua siswa yang berharap adanya evaluasi terhadap kualitas menu makanan yang disalurkan dalam program MBG.
“Kami berharap anak-anak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi dan mendukung tumbuh kembang mereka. Semoga ada perbaikan menu ke depannya,” katanya.
Para guru dan orangtua siswa berharap pihak penyelenggara, khususnya pengelola dapur SPPG Kadudamas, segera melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang diberikan kepada siswa.
Mereka menilai kualitas makanan dalam program MBG sangat penting untuk mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, dan tumbuh kembang anak di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG Kadudamas terkait keluhan tersebut.












