JakartaPolitik

Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal, Gerindra Nilai Diplomasi Prabowo Strategis bagi Indonesia

Admin
×

Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal, Gerindra Nilai Diplomasi Prabowo Strategis bagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso

MITRAPOL.com, Jakarta – Partai Gerindra menegaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan atas pandangan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Menurut Sugiat, pemerintah menghormati setiap pandangan dan masukan yang disampaikan oleh para tokoh nasional, termasuk dari kalangan diplomat senior. Namun, ia menilai kondisi geopolitik dan hubungan internasional saat ini menuntut pendekatan yang lebih aktif dan adaptif.

“Kami menghormati pandangan Pak Dino sebagai diplomat senior. Namun, kita juga harus melihat bahwa konstelasi global saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran Presiden Prabowo di berbagai forum internasional merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia berperan aktif dalam berbagai isu global yang berdampak langsung terhadap kepentingan nasional,” ujar Sugiat.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menilai diplomasi modern tidak lagi dapat dijalankan hanya melalui pendekatan konvensional. Kehadiran langsung seorang kepala negara dalam berbagai forum internasional dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun hubungan bilateral maupun multilateral.

Menurutnya, diplomasi tatap muka antar pemimpin negara tetap menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat global.

“Lanskap hubungan internasional telah berubah. Kehadiran langsung pemimpin negara dalam berbagai forum strategis menjadi bagian penting dalam membangun pengaruh dan memperjuangkan kepentingan nasional,” katanya.

Sugiat juga menilai meningkatnya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak terlepas dari semakin besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan serta memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara.

Ia mengatakan Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam berbagai isu internasional, termasuk ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga stabilitas kawasan.

“Indonesia memiliki posisi yang semakin penting di tingkat global. Karena itu, kehadiran Presiden dalam berbagai agenda internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat peran dan pengaruh Indonesia di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiat menegaskan bahwa kebijakan luar negeri yang dijalankan Presiden Prabowo tetap berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia.

Menurutnya, pemerintah berupaya menjaga hubungan baik dengan seluruh negara mitra strategis tanpa memihak kepada blok tertentu, sekaligus mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional.

“Indonesia tetap menjalin hubungan yang seimbang dengan berbagai negara, baik di kawasan Barat maupun Timur. Prinsip bebas aktif tetap menjadi pijakan utama dalam menjalankan diplomasi internasional,” katanya.

Sugiat juga menepis anggapan bahwa aktivitas diplomasi luar negeri tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Ia menilai berbagai kerja sama yang dibangun pemerintah bertujuan untuk mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, isu-isu yang dibahas dalam berbagai pertemuan internasional, seperti ketahanan pangan, investasi, energi, dan transfer teknologi, memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pembangunan di dalam negeri.

“Setiap kerja sama yang dibangun diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional, membuka peluang investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Sugiat menegaskan bahwa Partai Gerindra tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.

Ia juga mengajak para akademisi, diplomat, dan pakar hubungan internasional untuk terus memberikan pandangan konstruktif guna memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

“Kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam demokrasi. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal dan memperkuat diplomasi Indonesia agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tutupnya.