Nasional

Progres Sekolah Rakyat Tembus 86 Persen, Ini 5 Lokasi dengan Pembangunan Tercepat

Admin
×

Progres Sekolah Rakyat Tembus 86 Persen, Ini 5 Lokasi dengan Pembangunan Tercepat

Sebarkan artikel ini
Progres Sekolah Rakyat Tembus 86 Persen
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat memberikan keterangan pers

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II agar dapat digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Hingga 4 Juni 2026, lima lokasi mencatat progres fisik tertinggi dan masuk kategori zona hijau percepatan pembangunan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, lima lokasi dengan progres pembangunan tertinggi adalah Sekolah Rakyat di Kota Semarang sebesar 86,58 persen dan Kabupaten Sragen sebesar 86,09 persen di Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, Kota Bengkulu mencapai 85,77 persen, Kota Medan 85,69 persen, serta Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebesar 84,83 persen.

Kelima lokasi tersebut menjadi yang tertinggi di antara 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II yang saat ini tengah dibangun pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui pengawalan intensif dan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

“Kami hampir setiap hari berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Jika terdapat kendala pembiayaan maupun persoalan teknis di lapangan, segera dicari solusi agar pekerjaan tidak terhambat. Saat ini para penyedia jasa juga semakin optimistis dan mampu meningkatkan kecepatan pekerjaan,” ujar Dody.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan melalui sinergi antara penyedia jasa konstruksi, manajemen konstruksi, pemerintah daerah, serta dukungan sumber daya manusia dan pendanaan.

“Kami bekerja dalam rentang waktu yang relatif singkat. Karena itu pengendalian dilakukan setiap hari agar progres pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Hingga 4 Juni 2026, rata-rata progres fisik pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 71,13 persen. Dalam sepekan terakhir, capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Dari seluruh lokasi yang sedang dibangun, sebanyak 12 proyek telah melampaui progres 80 persen dan masuk kategori zona hijau percepatan pembangunan.

Di Kota Semarang, misalnya, pembangunan mulai menunjukkan bentuk yang hampir utuh. Gedung sekolah, asrama siswa, serta berbagai fasilitas pendukung telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Kondisi serupa juga terlihat di Sragen, Medan, Bengkulu, dan Sidrap yang saat ini memasuki fase akhir pekerjaan konstruksi. Aktivitas pembangunan di lokasi-lokasi tersebut terus berlangsung untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026.

Selain fokus pada percepatan pembangunan, proyek Sekolah Rakyat Tahap II juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja.

Kementerian PU mencatat hingga awal Juni 2026, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II telah melibatkan sekitar 78.113 tenaga kerja di berbagai daerah.

Untuk sejumlah lokasi yang membutuhkan percepatan tambahan, pemerintah juga melakukan penguatan personel melalui dukungan tenaga dari unsur TNI guna membantu penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal.

Menteri Dody menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Seluruh proyek wajib memenuhi standar teknis, keselamatan konstruksi, serta mutu bangunan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Yang dibangun bukan hanya gedung sekolah, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu kualitas tetap menjadi prioritas utama di tengah percepatan yang sedang dilakukan,” tegasnya.

Saat ini Kementerian PU terus memantau lokasi-lokasi yang progresnya masih berada di bawah rata-rata nasional. Sementara itu, proyek dengan capaian tertinggi seperti Semarang, Sragen, Bengkulu, Medan, dan Sidrap diharapkan menjadi pendorong tercapainya target nasional pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.

Dengan sisa waktu sekitar dua pekan menuju target penyelesaian pada 20 Juni 2026, pemerintah optimistis sebagian besar dari 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II dapat rampung tepat waktu dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.