Nasional

Kementerian PU Percepat Perbaikan Jalan Pantura Kudus–Pati–Rembang, Jalur Logistik Nasional Ditargetkan Lebih Mantap

Admin
×

Kementerian PU Percepat Perbaikan Jalan Pantura Kudus–Pati–Rembang, Jalur Logistik Nasional Ditargetkan Lebih Mantap

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Percepat Perbaikan Jalan Pantura
Pekerjaan preservasi jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa.

MITRAPOL.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pekerjaan preservasi jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya pada ruas Kudus–Pati–Rembang di Provinsi Jawa Tengah. Penanganan difokuskan pada Jalan Lingkar Juwana–Pati sebagai salah satu jalur utama distribusi logistik nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga kualitas jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik.

“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik,” ujar Dody dalam keterangannya. Jumat (12/6/2026).

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta saat ini menangani ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter.

Pekerjaan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid (beton) pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat akibat tingginya beban kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.

Tahapan pekerjaan meliputi: Pembongkaran perkerasan lama yang rusak, Perbaikan tanah dasar, Pengecoran beton baru untuk memperkuat struktur jalan dan Pengaspalan di Jembatan Lama Juwana dan pekerjaan transisi antara beton lama dan baru.

Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen. Pekerjaan beton rigid disebut telah selesai, sementara pekerjaan pengaspalan di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana lama ditargetkan rampung pada pertengahan Juni 2026.

BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta menargetkan pengecoran harian sebesar 200 meter kubik dengan total volume beton mencapai 2.400 meter kubik.

Pengendalian mutu pekerjaan dilakukan secara ketat karena ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura yang didominasi kendaraan logistik dan angkutan barang berat.

Selama proses konstruksi berlangsung, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Kendaraan kecil seperti minibus dan sepeda motor tetap dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati diatur secara khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter.

Arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap difasilitasi sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung.

Penanganan ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer.

Adapun masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027, dan dilanjutkan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028.

Kementerian PU berharap kegiatan preservasi ini dapat meningkatkan kemantapan jalan nasional di koridor Pantura sehingga konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Perbaikan jalur Pantura juga dinilai penting untuk mendukung efisiensi transportasi barang dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah serta kawasan sekitarnya.