MITRAPOL.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh guna memastikan konektivitas masyarakat kembali normal dan aktivitas sosial maupun ekonomi dapat segera pulih.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan percepatan penanganan infrastruktur menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Kementerian PU berkomitmen mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana agar konektivitas masyarakat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Dody.
Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 akibat curah hujan tinggi dan dampak Siklon Tropis Senyar menyebabkan kerusakan pada puluhan ruas jalan dan jembatan nasional di Aceh.
Data Kementerian PU mencatat sebanyak 46 ruas jalan nasional terdampak, dengan 15 ruas sempat terputus, 16 jembatan nasional rusak atau terputus, 362 titik longsor, serta 37 titik banjir.
Hingga 23 Juli 2026, progres penanganan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari 15 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus, 13 ruas telah kembali fungsional, sementara dua ruas lainnya masih dilayani melalui jalur alternatif.
Sementara itu, dari 16 jembatan nasional yang terdampak, 14 jembatan telah kembali berfungsi setelah dilakukan penanganan darurat. Dua jembatan lainnya masih dilayani melalui akses alternatif yang telah disiapkan.
Untuk mempercepat pemulihan konektivitas, Kementerian PU telah memasang 12 unit Jembatan Bailey di sejumlah titik prioritas. Pemasangan jembatan darurat tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian PU, TNI, dan penyedia jasa konstruksi.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen jalan serta penggantian jembatan pada sejumlah ruas terdampak melalui skema Design and Build yang ditargetkan berlangsung hingga 2026 dan 2027.
Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan di 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana.
Melalui percepatan penanganan tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat kembali normal sehingga aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta pelayanan publik di wilayah terdampak dapat berjalan optimal.












