MITRAPOL.com, Banjar – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Distribusi dilakukan secara terjadwal menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah perlu bergerak cepat ketika terjadi kekeringan, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap keterbatasan air.
“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang,” kata Dody. Selasa (11/8/2026).
Kekeringan di Desa Gunung Batu dilaporkan mulai terjadi sejak 3 Agustus 2026. Keterbatasan sumber air membuat sebagian masyarakat membutuhkan dukungan pasokan air bersih.
Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan menugaskan tiga personel lapangan untuk mendukung proses distribusi.
Selain mobil tangki, Kementerian PU menempatkan dua unit tandon atau hidran umum dengan kapasitas masing-masing 2.200 liter di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air sehingga warga dapat mengambil air secara lebih mudah.
Penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Gunung Batu, Pemerintah Kecamatan Sambung Makmur, BPBD Kabupaten Banjar, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan.
Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain bantuan darurat, Kementerian PU menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan air di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Dody mengatakan langkah tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan sumber air baku, pembangunan embung, sumur bor, maupun jaringan perpipaan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan penanganan jangka panjang. Dengan begitu, risiko kekurangan air pada musim kemarau dapat ditekan,” ujarnya.
Penanganan kekeringan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.












