Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Pemprov Lampung Perkuat Pendidikan Inklusif, Buka Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Admin
×

Pemprov Lampung Perkuat Pendidikan Inklusif, Buka Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Perkuat Pendidikan Inklusif
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela

MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri kunjungan kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto di SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi, Rabu (12/8/2026).

Jihan menegaskan, pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

“Fondasi utama kita dalam menggerakkan pembangunan adalah kolaborasi. Kalau kita tidak pandai-pandai berkolaborasi dan menyatukan sinergi, tentu pembangunan tidak akan bergerak sebagaimana yang kita inginkan,” ujar Jihan.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan keistimewaan masing-masing. Karena itu, penyandang disabilitas tidak cukup hanya diberikan bantuan, tetapi harus memperoleh akses, kesempatan, pendidikan, dan dukungan agar mampu mandiri.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Pendidikan di SLB, kata Jihan, harus memiliki hilirisasi berupa pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan Kafe Lubi sebagai ruang pembelajaran dan pelatihan keterampilan bagi lulusan SLB.

“Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak bahwa pendidikan bukan tahap akhir di SLB ini. Nanti ada hilirisasinya berupa masuk ke dunia kerja,” katanya.

Pemprov Lampung juga terus menyosialisasikan regulasi mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas kepada dunia usaha.

Jihan menyebut terdapat ketentuan mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang perlu dipenuhi oleh perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Provinsi Lampung terus berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga mempunyai Perda tentang Disabilitas yang terus kami sosialisasikan kepada para perusahaan dan pengusaha,” ujarnya.

Di sisi lain, akses pendidikan khusus di Lampung masih menghadapi tantangan. Saat ini terdapat 34 SLB, baik negeri maupun swasta. Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus di seluruh wilayah Lampung.

Jihan secara khusus menyoroti Kabupaten Pesisir Barat yang hingga kini belum memiliki SLB. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan inklusif.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto mengatakan, anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat tumbuh mandiri dan mengembangkan potensi.

Ia mengajak orang tua untuk memahami minat dan bakat anak serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Kita dorong anak-anak itu dari belakang untuk sesuatu hal yang positif. Apa yang menjadi passion-nya, apa hobinya, kita dukung. Insyaallah bisa berhasil,” ujar Evi.

Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh. Program ini diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun pendampingan dan kepedulian secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama pengembangan Kafe Lubi sebagai wadah pembelajaran, pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi lulusan SLB.

Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti playground dan ruang belajar autis serta peluncuran Program Orang Tua Asuh

Ketua Daerah Dharma Pertiwi Daerah U, Asti Kristomei, mengatakan Yayasan Dharma Bakti Daerah Lampung terus melakukan pembenahan tata kelola pendidikan, administrasi, serta sarana dan prasarana sejak kepengurusan diaktifkan kembali pada akhir tahun lalu.

Pembenahan antara lain dilakukan melalui penambahan fasilitas pembelajaran, bahan ajar, kipas angin, pembangunan dua sumur bor, revitalisasi ruang kelas autis menjadi sentra pembelajaran, serta penambahan wahana permainan.

Yayasan juga menyiapkan pembangunan Kafe Lubi yang diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus pengembangan keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus.

Asti menegaskan komitmen Yayasan Dharma Bakti yang melibatkan unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan para guru untuk terus meningkatkan kualitas SLB B, C dan Autis Dharma Bakti Dharma Pertiwi.

“Semoga menjadi tempat belajar yang semakin baik, nyaman, aman, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai kalangan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, serta Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Penguatan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, sekolah, keluarga dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk belajar, mandiri, berkarya, dan memasuki dunia kerja secara setara.

Topik:
Penulis: MuktaridiEditor: Redaksi