MITRAPOL.com, Bogor — Kisah perjuangan Heni Yawati (58), atau yang akrab disapa Bi Heni, mendapat perhatian setelah dirinya mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah melalui program Wisata Religi Umrah Presisi.
Asisten rumah tangga (ART) asal Bogor tersebut dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 2–11 September 2026. Keberangkatan itu disebut menjadi kado ulang tahun istimewa bagi Bi Heni yang lahir pada 17 Agustus 1968.
Program tersebut digagas Komunitas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia dan memberangkatkan Bi Heni melalui dukungan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Bi Heni memiliki kisah hidup yang penuh perjuangan. Ia mengaku mulai bekerja sejak masih duduk di bangku sekolah dasar setelah kondisi keluarga membuatnya harus berhenti sekolah dan membantu memenuhi kebutuhan adik-adiknya.
“Saya boleh tidak sekolah, tidak apa-apa. Yang penting anak-anak saya harus pintar dan lulus sekolah semua,” ujar Bi Heni, Senin (17/8/2026).
Tekad tersebut kemudian diwujudkannya. Dari penghasilannya sebagai pekerja rumah tangga, ia berhasil membiayai pendidikan empat anaknya hingga lulus SMA.
Perjalanan hidup Bi Heni juga tidak selalu mudah. Suaminya pernah mengalami sakit ginjal dan menjalani cuci darah selama sekitar dua tahun. Dalam kondisi keterbatasan ekonomi, Bi Heni tetap mendampingi suaminya sambil berusaha memenuhi kebutuhan keluarga.
Kini, di usia 58 tahun, Bi Heni mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah.
“Saya sehari-hari masih kekurangan untuk makan. Suami juga sudah tidak bekerja. Tapi ada mukjizat dari Allah SWT. Saya bisa berangkat umrah lewat kebaikan Pak Kapolri. Ini benar-benar di luar nalar, tidak pernah terbesit sebelumnya,” tuturnya.
Bagi Bi Heni, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga menjadi pengalaman berharga setelah puluhan tahun menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan.
Ia berharap seluruh proses keberangkatannya berjalan lancar dan ibadah umrah yang dijalankan dapat diterima Allah SWT.
Kisah Bi Heni sekaligus menjadi gambaran bahwa perhatian dan apresiasi terhadap pekerja di sektor informal dapat memberikan makna besar bagi penerimanya, terutama mereka yang selama ini menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan.












