Scroll untuk baca artikel
Nasional

Gempa NTT Rusak Saluran Irigasi hingga 650 Meter, Kementerian PU Percepat Penanganan

Admin
×

Gempa NTT Rusak Saluran Irigasi hingga 650 Meter, Kementerian PU Percepat Penanganan

Sebarkan artikel ini
Gempa NTT Rusak Saluran Irigasi hingga 650 Meter
Kerusakan saluran irigasi pasca gempa NTT

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur sumber daya air akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah juga melanjutkan penyaluran air bersih bagi masyarakat terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascagempa difokuskan pada keselamatan masyarakat, menyediakan kebutuhan dasar, dan pemulihan fungsi infrastruktur.

“Kami terus melakukan identifikasi dan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak gempa. Yang utama adalah memastikan keselamatan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi

Berdasarkan identifikasi hingga Kamis (20/8/2026), kerusakan ditemukan pada sejumlah jaringan yang didistribusikan di NTT.

Di Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan Lanjutan, kerusakan meliputi struktur beton bertulang pada bangunan bagi, saluran, talang, jalan inspeksi, dan rumah jaga.

Kerusakan juga ditemukan pada saluran tersier DI Mbay Kiri Lanjutan sepanjang 250 meter. Saluran tersebut patah di tiga titik dan berdampak terhadap sekitar 175 hektare lahan.

Selain mendata kerusakan infrastruktur, Kementerian PU menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan ke posko pengungsian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Bantuan sebanyak 20.000 liter juga didistribusikan di Desa Berangkolong, Kecamatan Reok.
Bantuan tersebut terdiri atas 5.000 liter untuk pengungsi mandiri, 5.000 liter ke Kodim Reok, dan 10.000 liter ke Polsek Reok. Kementerian PU juga menyalurkan 150 dus air mineral ke Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Kementerian PU menyatakan pemantauan dan identifikasi kerusakan akan terus dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan. Dukungan bagi kebutuhan dasar masyarakat juga akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.