Scroll untuk baca artikel
Nasional

BPJN NTT Percepat Penanganan Akses Jembatan Wae Dampek Pascagempa Flores

Admin
×

BPJN NTT Percepat Penanganan Akses Jembatan Wae Dampek Pascagempa Flores

Sebarkan artikel ini
BPJN NTT Percepat Penanganan Akses Jembatan Wae Dampek Pascagempa Flores
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mempercepat penanganan akses menuju Jembatan Wae Dampek pada ruas jalan Reo–Dampek–Pota, Kabupaten Manggarai Timur.

MITRAPOL.com, NTT – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mempercepat penanganan akses menuju Jembatan Wae Dampek pada ruas jalan Reo–Dampek–Pota, Kabupaten Manggarai Timur.

Penanganan tersebut dilakukan untuk menjaga konektivitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di wilayah terdampak gempa bumi di NTT.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan jalan dan jembatan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana agar masyarakat tidak terisolasi.

“Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan,” kata Dody.

Penanganan dilakukan pada dua titik dengan total panjang sekitar 145 meter, terdiri atas jalan menuju jembatan sepanjang 100 meter dan oprit jembatan sepanjang 45 meter.

Pada akses menuju jembatan sepanjang 100 meter, petugas membongkar lapisan aspal yang mengalami kerusakan. Selanjutnya dilakukan pekerjaan timbunan menggunakan material urpil untuk membentuk kembali badan jalan.

Sementara pada oprit jembatan sepanjang 45 meter, pekerjaan dilakukan melalui penimbunan urpil dan pemasangan cerucuk sebagai perkuatan.

Pemasangan cerucuk diperlukan untuk meningkatkan stabilitas badan jalan pada area oprit sehingga akses menuju Jembatan Wae Dampek dapat kembali berfungsi dengan lebih baik.

Hingga Sabtu (22/8/2026), pekerjaan penimbunan pada kedua titik tersebut telah selesai. Pada Minggu (23/8/2026), tim melanjutkan pekerjaan dengan pemasangan cerucuk di area oprit jembatan.

Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan keamanan konstruksi. Pemulihan akses ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga serta distribusi kebutuhan pokok dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di sepanjang koridor Reo–Dampek.

Di tengah potensi gempa susulan yang dapat memicu longsoran maupun gangguan terhadap infrastruktur, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menyiagakan tim selama 24 jam.

Tim bertugas memantau kondisi jalan dan jembatan serta melakukan penanganan apabila terjadi gangguan akses.

Selain akses Jembatan Wae Dampek, sejumlah penanganan juga dilakukan pada Sabtu (22/8/2026), antara lain perbaikan retakan jalan di ruas Junction–Wolowaru KM 51+700 dan Danga–Nila–Marapokot STA 5+050.

Petugas juga menangani plat duiker pada ruas Danga–Nila–Marapokot STA 7+225 serta membersihkan material longsoran (debris) di ruas Aegela–Batas Kota Ende STA 4+300.

Kementerian PU bersama BPJN NTT terus memantau kondisi jalan dan jembatan di wilayah terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan gangguan terhadap akses masyarakat dapat ditangani secepat mungkin.