Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Program “Menata Kota, Membangun Desa”, SD Negeri 12 Kota Agung Masih Kekurangan Fasilitas

Admin
×

Program “Menata Kota, Membangun Desa”, SD Negeri 12 Kota Agung Masih Kekurangan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
Program “Menata Kota, Membangun Desa”
Kepsek SDN 12 Kota Agung Fatianah.Spd

MITRAPOL.com, Lahat – Di tengah program pembangunan daerah bertajuk “Menata Kota, Membangun Desa”, SD Negeri 12 Kota Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, masih membutuhkan sejumlah fasilitas dasar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala SD Negeri 12 Kota Agung, Patianah, S.Pd., menyebut sekolah membutuhkan sumur bor, fasilitas sanitasi, pagar sekolah, ruang guru, ruang UKS, serta rehabilitasi sejumlah ruang belajar dan perpustakaan.

“SD Negeri 12 Kota Agung belum tersentuh oleh pembangunan. Kami membutuhkan sumur bor, WC, pagar sekolah, ruang guru, ruang UKS, rehab ruang lokal siswa, dan rehab perpustakaan,” ujar Patianah, seperti dikutip dari video yang diunggah akun TikTok A. Mulyansah, Senin (7/9/2026).

Menurut Patianah, salah satu kebutuhan mendesak di sekolah tersebut adalah fasilitas sanitasi dan ketersediaan air bersih.

Ia menyebut siswa maupun guru yang membutuhkan fasilitas untuk buang air terpaksa menuju kebun di sekitar lingkungan sekolah.

Selain sanitasi, sekolah juga belum memiliki sumber air yang memadai. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap adanya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Sumber air juga tidak ada di lingkungan sekolah. Untuk itu, kepada pihak terkait bisa membuat sumur bor untuk sekolah, karena air sangat penting,” ungkapnya.

Keterbatasan fasilitas juga terjadi pada ruang guru. Menurut Patianah, para guru terpaksa menggunakan salah satu ruangan siswa untuk menjalankan aktivitas administrasi dan kegiatan lainnya.

Sekolah juga disebut belum memiliki pagar. Kondisi tersebut membuat hewan dapat masuk ke lingkungan sekolah.

“Untuk pagar sendiri, SD kami tidak memiliki pagar sekolah, jadi hewan-hewan sering masuk ke lingkungan sekolah,” jelas Patianah.

Selain itu, beberapa ruangan sekolah membutuhkan rehabilitasi, termasuk ruang belajar siswa dan perpustakaan.

Sekolah juga membutuhkan ruang UKS untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi peserta didik.

Patianah berharap kebutuhan sarana dan prasarana tersebut mendapat perhatian pemerintah maupun instansi terkait.

Menurutnya, pemenuhan fasilitas dasar sekolah diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung proses pendidikan bagi siswa.

“Diharapkan pihak terkait bisa membantu dengan membangun apa-apa saja kebutuhan dari pihak sekolah,” pungkasnya.

Pemberitaan ini diharapkan menjadi informasi awal mengenai kondisi sarana dan prasarana sekolah sekaligus membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai program pembangunan dan prioritas fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.