Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Jembatan Bokwedi Pasuruan Resmi Dibuka, Ditangani dengan Elevasi 3 Meter untuk Antisipasi Banjir

Admin
×

Jembatan Bokwedi Pasuruan Resmi Dibuka, Ditangani dengan Elevasi 3 Meter untuk Antisipasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Jembatan Bokwedi Pasuruan Resmi Dibu-ka, Ditangani dengan Elevasi 3 Meter un-tuk Antisipasi Banjir

MITRAPOL.com, Pasuruan — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi membuka kembali Jembatan Bokwedi pada ruas jalan nasional KM 63+570, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk lalu lintas atau open traffic mulai Kamis (10/9/2026) pukul 06.00 WIB.

Jembatan tersebut dibuka setelah pekerjaan penggantian dan peningkatan struktur selesai dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jembatan baru dibangun dengan elevasi lebih tinggi untuk mengantisipasi luapan air sungai saat terjadi hujan deras di wilayah hulu.

Menurut Dody, penyempitan dan pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko luapan air hingga ke badan jalan.

“Jembatan ini harus kita tinggikan karena sungai-sungai di hulu sudah mulai menyempit dan mendangkal. Sehingga manakala hujan deras di hulu, yang terbawa air adalah kayu. Kalau jembatan dan rel kereta api tidak ditinggikan, takutnya air akan semakin meluber ke sini,” kata Dody.

Jembatan baru memiliki panjang bentang 30 meter dan elevasinya sekitar 3 meter lebih tinggi dibandingkan jalan eksisting. Peninggian tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi terhadap risiko genangan dan luapan Sungai Petung yang sebelumnya kerap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut.

Jembatan Lama Kerap Terendam Banjir

Penggantian dilakukan karena kondisi jembatan lama dinilai sudah tidak ideal dan beberapa kali terdampak banjir.

Pada akhir 2025 hingga awal 2026, Jembatan Bokwedi tercatat mengalami lebih dari lima kali kondisi terendam banjir. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan jembatan baru agar ruas jalan nasional di kawasan tersebut lebih andal dan aman.

Pekerjaan pembangunan dimulai pada 6 April 2026, sementara pembongkaran jembatan lama dimulai pada 11 April 2026.

Pekerjaan konstruksi meliputi pembangunan pondasi bore pile, abutment, pemasangan balok girder bentang 30 meter, pelat lantai jembatan, perkerasan aspal, railing, serta trotoar.

Konektivitas Pasuruan Kembali Lancar

Dengan dibukanya kembali Jembatan Bokwedi, pengguna jalan dapat kembali melintasi jalur nasional tersebut melalui jembatan yang telah ditingkatkan.

Pembukaan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta pergerakan orang dan barang di Pasuruan dan wilayah sekitarnya.

Kementerian PU melalui BBPJN Jawa Timur-Bali menyatakan akan terus memastikan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan nasional memenuhi aspek ketepatan waktu, mutu, biaya, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan.

Peningkatan Jembatan Bokwedi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat keandalan jaringan jalan nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas akibat genangan dan luapan sungai.

Dengan infrastruktur yang lebih tinggi dan andal, konektivitas antarwilayah di Pasuruan diharapkan semakin lancar serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.