PETI
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
Perayaan Waisak 2570 TB/2026 KBI Mimika Gaungkan Cinta Kasih dan Perdamaian Dunia Mitrapol..com, Timika – Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Kabupaten Mimika menggelar Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis (TB) / 2026 di Vihara Bodhi Mandala, Kabupaten Mimika, Minggu (31/5/2026), dengan mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia.” Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri dua samaneri, yakni Samaneri Sonia dan Samaneri Liana Lestari, serta diikuti umat Buddha dari berbagai kalangan di Kabupaten Mimika. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Basuh Kaki Orang Tua sebagai simbol penghormatan dan bakti kepada orang tua. Selanjutnya umat mengikuti Pradaksina, Amisa Puja, dan Puja Bakti Waisak yang dipimpin oleh Upasaka Pandita Kartyadi. Suasana semakin sakral saat umat bersama-sama mengikuti meditasi dan perenungan pada Detik-Detik Waisak yang jatuh pada pukul 17.45.08 WIT, mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran Pangeran Siddhartha di Taman Lumbini, pencapaian Penerangan Sempurna di Bodhgaya, dan Mahaparinibbana di Kusinara. Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kabupaten Mimika, Jemmy Mulyono, dalam pesan dan renungan Waisak mengajak umat untuk menjadikan cinta kasih sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa tema Waisak tahun ini mengandung makna mendalam agar umat tidak hanya memahami Dharma secara teori, tetapi juga mengimplementasikannya melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar. Pesan Waisak 2570 TB/2026 yang disampaikan Sangha Agung Indonesia juga menekankan pentingnya menumbuhkan cinta kasih universal sebagai jalan menuju perdamaian dunia. Perdamaian sejati, menurut ajaran Buddha, lahir dari hati yang bebas dari kebencian, permusuhan, dan keserakahan, serta diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membantu tanpa pamrih, dan hidup harmonis di tengah keberagaman. Dalam prosesi perayaan, dilakukan pula penyalaan Lilin Panca Warna yang melambangkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha, yakni bakti, kebijaksanaan, cinta kasih, kesucian, dan semangat. Umat juga mengikuti pembacaan paritta suci, meditasi bersama, pelimpahan jasa kebajikan, serta pemercikan Tirta Suci sebagai simbol penyucian batin. Perayaan semakin semarak dengan penampilan lagu-lagu Waisak yang dibawakan oleh Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Kabupaten Mimika, Three Family, dan Lilis Candani yang mengajak umat merenungkan makna cinta kasih dan kedamaian. Melalui peringatan Tri Suci Waisak 2570 TB/2026, umat Buddha di Mimika meneguhkan komitmen untuk terus menebarkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan santap malam bersama, yang menjadi momen kebersamaan antara para bhikkhu, samaneri, pengurus vihara, serta seluruh umat Buddha yang hadir dalam perayaan tersebutTidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.