Hasil Pembangunan Desa Cibentang di Serahkan Dandim ke Bupati Brebes

MITRAPOL.com, Brebes – Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki, menjadi inspektur upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2022, di Lapangan Buana Putra, Dukuh Cimerak, Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu pagi (9/11/2022).

Hadir menyaksikan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE.MH, Kapolres Brebes yang diwakili Kapolsek Bumiayu Kompol Heri Riyanto SH, Ketua DPRD Kabupaten Brebes yang diwakili Sudono SH (anggota DPRD Kabupaten Brebes), jajaran SKPD Pemkab Brebes, Ketua Dekrasnada Kabupaten Brebes Dr.Drs.H.Warsidin SH, para Muspika se-Brebes selatan, para Kades se-Kecamatan Bantarkawung, pegawai Perhutani BKPH Bantarkawung, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda, masyarakat setempat dan sekitarnya, serta para pelajar dan pramuka perwakilan se-Kecamatan Bantarkawung.

Turut hadir juga Ketua Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713 Brebes Ny. Esti Tentrem Basuki, Ketua Bhayangkari Ranting Bantarkawung, Ketua PKK Kecamatan Bantarkawung, serta sejumlah ormas yang meliputi Pemuda Pancasila, dan FKPPI.

Membacakan amanat Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono, selaku Penanggung Jawab Pelaksana (PJP) operasi TMMD di seluruh Provinsi Jateng, Tentrem Basuki mengatakan bahwa TNI-AD telah menggelar program TMMD sejak tahun 1980-an yang dulu disebut AMD (ABRI Masuk Desa.

Manfaat program pembangunan secara lintas sektoral ini, manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat karena operasi bakti TNI ini mempunyai dua sasaran, yaitu pembangunan sasaran fisik/infrastruktur dan juga non fisik atau pembangunan SDM masyarakat melalui penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan.

“Baik itu TMMD Reguler (besar) atau TMMD imbangan (Sengkuyung/kecil), tujuannya sangat jelas yaitu untuk membantu Pemda mengakselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah yang sulit guna secepatnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sasaran dan sekitarnya,” paparnya.

Lanjutnya, selain medan sulit, pembangunan infrastruktur yang dilakukan melalui TMMD yaitu daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), kemudian perbatasan, daerah kumuh perkotaan, maupun daerah terdampak bencana alam.

“Jadi, kegiatan TMMD adalah momen yang menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kebersamaan dan gotong-royong antara TNI dengan masyarakat, Polri, dan juga segenap unsur di jajaran Pemkab untuk memajukan salah satu desa tertinggal,” paparnya.

TMMD masih eksis berjalan selama 42 tahun, karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat mengingat sebagian besar wilayah NKRI merupakan daerah daerah pedesaan di perbukitan, sehingga masih sangat dibutuhkan keterlibatan TNI dalam membantu Pemda mempercepat pemerataan atau peningkatan infrastruktur.

Kemudian pemilihan lokasi TMMD juga mempertimbangkan antusiasme masyarakat setempat untuk memajukan desanya. Sebagai bukti, di TMMD Sengkuyung di Cibentang, setiap hari setidaknya ada 40 orang tenaga perkuatan yang berasal dari elemen masyarakat, ditambah dari Polsek dan Pemda.

”Terima kasih kepada para prajurit, Pemda, Polri, Ormas, pelajar, dan masyarakat yang telah membantu baik secara moril maupun materil, sehingga berbagai sasaran pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu yaitu selama satu bulan penuh (11 Oktober-9 November 2022,” tandasnya.

Beberapa sasaran fisik yang telah tercapai meliputi peningkatan jalan antar dusun dengan rabat beton sand seed sepanjang 725 meter. lebar 2,5 meter, jembatan 6×4,5 meter, drainase 360 meter lebar 30 centimeter, 5 unit plat duiker/gorong-gorong drainasi, serta rehab 6 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

Selain itu, untuk sasaran non fisiknya berupa sosialisasi stunting, pembekalan terhadap posyandu dan posbindu, penyakit tidak menular (PTM), penyuluhan bela negara, bahaya narkoba, pertanian, peternakan, kesehatan dan lain-lain.

“Pembangunan di sasaran non fisik ini juga sangat dibutuhkan untuk memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa yang dilancarkan melalui maraknya penyalahgunaan narkoba, aksi terorisme, peningkatan aksi kriminalitas, serta isu bangkitnya kembali paham komunisme dan radikalisme yang semuanya dapat mengancam stabilitas nasional,” sambungnya.

Dalam amanat itu, Pandam juga meminta agar semangat gotong royong, sinergitas, dan silaturahmi dengan seluruh komponen masyarakat terus dipelihara sehingga kemanunggalan antara tni dengan rakyat benar nyata.

Kedua, Pangdam minta agar apa yang telah dibangun dirawat dan dipelihara sehingga memiliki usia pakai yang panjang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan sekitarnya serta generasi selanjutnya. Selanjutnya adalah agar selalu menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga dan tetap patuh prokes karena pandemi covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh pihak, jika selama pelaksanaan TMMD terdapat tutur kata, sikap, maupun tingkah laku dari para prajurit yang tidak berkenan di hati masyarakat baik yang disengaja maupun yang tidak,” tutupnya.

Dalam upacara tersebut juga dilakukan penyerahan alat dan peralatan kerja secara simbolis, dimana menandakan bahwa pekerjaan TMMD resmi selesai. Juga acara penandatanganan berita acara oleh dandim dan Bupati Brebes, dimana itu menandakan bahwa pekerjaan pembangunan Desa Cibentang melalui TMMD hasilnya diserahkan kepada Pemkab untuk selanjutnya dipergunakan oleh masyarakat seutuhnya.

Untuk diketahui, seluruh sasaran yang telah selesai dikerjakan melalui TMMD anggarannya didukung dari anggaran APBD fisik kabupaten senilai Rp. 1 miliar.

 

Pewarta : Imaeel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *