Info TNINusantara

Akses Jalan dan Penerangan Tak Kunjung Dibangun, Warga Graha Citra Legok Bersama TNI Turun Tangan

Admin
×

Akses Jalan dan Penerangan Tak Kunjung Dibangun, Warga Graha Citra Legok Bersama TNI Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Warga Graha Citra Legok Bersama TNI Turun Tangan
Warga RW 05 Perumahan Graha Citra, Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, yang bersama personel Tentara Nasional Indonesia melaksanakan kerja bakti pada Minggu (24/5/2026).

MITRAPOL.com, Kabupaten Tangerang – Semangat gotong royong dan kebersamaan ditunjukkan ratusan warga RW 05 Perumahan Graha Citra, Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, yang bersama personel Tentara Nasional Indonesia melaksanakan kerja bakti pada Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 200 warga tersebut difokuskan pada perbaikan lingkungan, khususnya penanganan jalan rusak dan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) secara swadaya, menyusul belum terealisasinya pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Ketua RW 05, Jufrin, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi masyarakat bersama TNI dalam menjawab kebutuhan lingkungan yang mendesak.

“Gotong royong hari ini kami lakukan bersama TNI untuk memperbaiki lingkungan, khususnya penerangan jalan. Jalan di wilayah kami ini belum pernah tersentuh pembangunan pemerintah, sehingga kami berinisiatif bergerak bersama,” ujarnya.

Menurut Jufrin, persoalan utama warga adalah kondisi jalan sepanjang kurang lebih 1.400 meter yang hingga kini belum mendapat perbaikan. Padahal, rencana betonisasi sebelumnya telah dibahas bersama pemerintah, namun terkendala status lahan yang masih diklaim pihak perusahaan.

“Pemerintah sebenarnya sudah memiliki niat baik, namun karena status jalan masih diklaim oleh pihak perusahaan, pembangunan belum dapat dilanjutkan. Kami berharap segera ada solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, minimnya penerangan jalan umum juga menjadi perhatian warga. Berbagai usulan telah diajukan melalui pemerintah desa hingga forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, namun belum terealisasi.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan keterbatasan akses air bersih di kawasan tersebut. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 4.000 jiwa atau sekitar 1.700 kepala keluarga, kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan.

Perwakilan TNI dari Yonif TP 942/Arya WangsaKara, Serda Umar Wijaya, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih atas undangan dari warga. TNI berasal dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kembali untuk rakyat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kebersamaan itu,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Rafali Daeli, menilai kerja bakti ini menjadi simbol kuat sinergi antara masyarakat dan TNI. Ia juga menyoroti status jalan yang belum jelas meski telah digunakan hampir 30 tahun sebagai akses utama warga perumahan.

“Jalan ini sudah puluhan tahun menjadi akses utama warga, bahkan menjadi dasar persetujuan kredit perumahan dahulu. Sangat disayangkan jika hingga kini tidak bisa diperbaiki hanya karena persoalan administratif,” katanya.

Menurut Rafali, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada lambatnya respons penanganan keadaan darurat, termasuk saat terjadi kebakaran. Minimnya penerangan jalan pun dinilai meningkatkan potensi gangguan keamanan di lingkungan warga.

Melalui kegiatan gotong royong ini, warga berharap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan segera memberikan perhatian serius agar persoalan infrastruktur dasar dapat segera diselesaikan.

“Harapan kami sederhana, ada perhatian nyata dari pemerintah dan pihak terkait agar warga dapat hidup lebih layak dengan fasilitas yang memadai,” tutup Rafali.