Nusantara

Pertama di Indonesia, BPJN Bangka Belitung Terapkan Pelapisan Jalan Microsurfacing

Admin
×

Pertama di Indonesia, BPJN Bangka Belitung Terapkan Pelapisan Jalan Microsurfacing

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Babel Belitung – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) melaksanakan program pelapisan jalan pertama di Indonesia menggunakan teknologi “microsurfacing,” inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas permukaan jalan secara efisien.

Berdasarkan Renstra Kemen PUPR 2020 – 2024 pada misi ketiga Kementerian PUPR, yaitu menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi yang berkualitas dalam pengembangan inovasi penyelenggaraan pembangunan pekerjaan umum dan perumahan rakyat, yang diterjemahkan menjadi penerapan inovasi teknologi di bidang jalan dan jembatan untuk perbaikan yang berkelanjutan, pada tahun 2024 BPJN Babel untuk pertama kalinya melaksanakan inovasi kegiatan pemeliharaan preventif yang menggunakan teknologi yang lebih tinggi yaitu dengan lapis permukaan mikro atau biasa disebut microsurfacing, pada Jalan Sudirman (Tanjungpandan) dengan panjang efektif 2,2 km (lebar Jalan Sudirman 15 meter).

Kegiatan microsurfacing ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia, namun di luar negeri sudah sering diterapkan. Microsurfacing adalah lapisan tipis yang dihampar diatas perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat, aspal emulsi, air, dan polimer (SBS/Latex/SBR/lainnya). Polimer ini digunakan bertujuan untuk dapat meningkatkan elastisitas aspal pada suhu rendah dan meningkatkan kestabilan aspal pada suhu tinggi.

Proyek microsurfacing sendiri menggunakan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak Rp.3.823.529.000,00 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender (6 bulan) yang dimulai sejak tanggal 13 Mei 2024. Pekerjaan Microsurfacing dilaksanakan oleh PT. Sarana Jatra Konstruksi Pratama dan dilakukan pengawasan oleh PT. Astadipati Duta Harindo KSO. Microsurfacing yang diterapkan di Jalan Sudirman (Tanjungpandan) adalah tipe 2.

Penggunaan microsurfacing mendukung peningkatan ekonomi masyakarat (petani karet) dengan cara penggunaan polimer berbahan dasar getah dari pohon karet. Jalan Sudirman dipilih sebagai lokasi pertama microsurfacing karena merupakan ruas jalan nasional yang memiliki kriteria paling lengkap; LHR tinggi (>5000 kend/hari), telah mengalami keausan dan beberapa kerusakan minor lain seperti retak, alur, dan lubang. Kebanyakan kerusakan ini disebabkan akibat kendaraan berat yang menggunakan lajur dekat median ditambah intrusi air hujan dari median jalan yang masih tanah/taman. Bila dillihat dari hasil survey IRI (International Roughness Index) semester 2 tahun 2023, nilai IRI masih berkisar antara 2 – 5 yang tergolong jalan dengan kondisi mantap, namun PCI (Pavement Condition Index) nya berkisar antara 31,47% – 100%.

Terdapat beberapa kegunaan microsurfacing yaitu, sebagai lapisan kedap air, menutup permukaan yang retak, aus, dan beralur, meningkatkan kekesatan jalan, serta mencegah jalan teroksidasi sehingga dapat menjaga keawetan jalan di bawahnya. Microsurfacing juga memiliki kelebihan; lebih ramah lingkungan karena hanya menggunakan 1 peralatan penghampar dan penggunaan bahan alami, serta lebih mudah dikerjakan dan mengurangi biaya operasional kendaraan (mengurangi bising, ketahanan ban kendaraan lebih lama, dan lebih hemat bahan bakar).

Berdasarkan hasil pekerjaan microsurfacing di BPJN Babel diharapkan dapat menjadi percontohan untuk wilayah lainnya di Indonesia sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, mendukung perekonomian masyarakat, serta menjaga kondisi jalan nasional tetap mantap untuk umur yang lebih lama dengan biaya yang lebih ekonomis.

Red/AP