MITRAPOL.com, Jakarta – Dikemas dengan diskusi, Forum Silaturahim Masyarakat Kemayoran (SIMAYOR) mengadakan pertemuan dengan para kader, khususnya perempuan untuk mengungkapkan aspirasi masyarakat di tengah perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara yang berlangsung di Café Jail, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/8/2024) ini dihadiri oleh wakil kader SIMAYOR dari lima wilayah di DKI Jakarta serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Diskusi mengambil tema “Peringatan bagi Elite dan Politisi dari Suara Rakyat. ”
Ketua Umum Forum SIMAYOR, H. DL Indrajaya Noor, SE.,MM, bersama Sekretaris Jenderal Yusdi Nuriandi, ST, serta Dewan Pembina H. Drs. Roy Sutardi, menegaskan bahwa kader perempuan SIMAYOR kini berperan lebih aktif dalam menyampaikan keprihatinan masyarakat.
“Refleksi setelah demonstrasi menunjukkan bahwa cara menyampaikan pendapat sering kali berakhir pada tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum. Hal ini muncul akibat kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang belum mencerminkan keadilan dan kesejahteraan,” kata Indrajaya.
Ia menyatakan bahwa masyarakat—terutama perempuan—merasa hanya dijadikan alat untuk kepentingan politik elit saat pemilu, tanpa melibatkan mereka secara nyata dalam proses pembangunan bangsa.
“Perempuan yang menjadi dasar negara sering kali dihadapkan pada harapan yang tidak realistis. Para elit politik semakin dipandang skeptis oleh rakyat karena lebih memprioritaskan kepentingan golongan daripada kepentingan bersama,” tambahnya.
Forum SIMAYOR, melalui kader-kader perempuannya, berusaha mendorong lahirnya sumber daya politik non-parlemen yang mampu mendidik masyarakat agar tidak terjebak dalam janji kampanye yang kosong.
Indrajaya yang juga merupakan Alumni Bela Negara Nasional Angkatan XXVII menegaskan, SIMAYOR akan mendukung peran perempuan melalui saluran terbuka seperti pemanfaatan media sosial, serta menyediakan ruang dialog berupa talkshow, diskusi, dan kajian yang konstruktif.
“Perempuan sering menjadi pihak yang paling terpengaruh dalam berbagai dinamika sosial. Oleh sebab itu, penting bagi suara mereka untuk diberikan ruang yang lebih besar agar dapat berperan sebagai penyeimbang di tengah lemahnya peran parlemen dan elit politik,” tuturnya.












