Jakarta

Hadiri Sarasehan Kebudayaan Nusantara, Kepala BNN RI Tegaskan Pancasila sebagai Benteng Moral Bangsa

Admin
×

Hadiri Sarasehan Kebudayaan Nusantara, Kepala BNN RI Tegaskan Pancasila sebagai Benteng Moral Bangsa

Sebarkan artikel ini
Kepala BNN RI Tegaskan Pancasila sebagai Benteng Moral Bangsa
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menghadiri Sarasehan Kebudayaan Nusantara yang digelar di Yayasan Bambu Indonesia, Minggu (1/3/2025).

MITRAPOL.com, Bogor – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menghadiri Sarasehan Kebudayaan Nusantara yang digelar di Yayasan Bambu Indonesia, Minggu (1/3/2025).

Kegiatan bertema “Kebudayaan Pancasila sebagai Daya Hidup Bangsa Menuju Peradaban Nusantara Berkelanjutan” tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Asep Nuroni.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam membangun ketahanan moral dan karakter bangsa. Nilai-nilai luhur Pancasila, menurutnya, menjadi energi sosial yang mampu memperkuat daya tahan masyarakat terhadap berbagai tantangan, termasuk ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi juga benteng moral yang memperkokoh identitas dan ketahanan bangsa,” ujar Suyudi Ario Seto dalam forum tersebut.

Sarasehan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan peradaban Nusantara. Kebudayaan dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat persatuan nasional, mempertegas jati diri bangsa, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadaban.

Melalui forum ini, para peserta mendorong terbangunnya sinergi yang lebih erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga marwah kebudayaan Indonesia sebagai pilar utama menuju peradaban Nusantara yang berkelanjutan.