MITRAPOL.com, Lebak – Peringatan Hari Kartini diminta tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menegaskan bahwa semangat emansipasi perempuan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menurutnya, peringatan Kartini kerap hanya diisi kegiatan simbolik tanpa diikuti langkah konkret yang mendorong perubahan. Padahal, nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini adalah keberanian menembus batas dan memperjuangkan kesetaraan.
“Semangat Kartini harus terus dihidupkan melalui kerja nyata, bukan sekadar seremoni, tetapi diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya perempuan,” ujar Juwita, Senin (20/04/2026).
Sebagai perempuan yang memimpin lembaga legislatif di Kabupaten Lebak, Juwita mengakui masih adanya tantangan dalam dunia politik yang didominasi laki-laki. Namun, kondisi tersebut justru dilihatnya sebagai peluang untuk membuka ruang lebih luas bagi perempuan dalam pengambilan keputusan.
Ia menekankan bahwa kehadiran perempuan dalam politik tidak hanya soal keterwakilan, tetapi juga perspektif. Menurutnya, perempuan memiliki kepekaan sosial yang kuat, terutama dalam merumuskan kebijakan terkait kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Banyak persoalan sosial yang tidak akan tuntas jika hanya dilihat dari satu perspektif saja,” katanya.
Juwita juga menilai keterlibatan perempuan dalam politik menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi kelompok rentan.
Di sisi lain, ia mengakui masih adanya tantangan berupa minimnya kepercayaan diri, keterbatasan akses, serta stigma sosial yang menghambat perempuan untuk terjun ke dunia politik.
Karena itu, ia mengajak perempuan, khususnya di Kabupaten Lebak, untuk berani tampil dan mengambil peran di ruang-ruang strategis.
“Jangan takut untuk tampil. Politik adalah salah satu jalan pengabdian. Di sanalah kebijakan ditentukan, dan kita bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Juwita menambahkan, keterpilihannya sebagai Ketua DPRD Lebak menjadi bukti bahwa peluang bagi perempuan semakin terbuka. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Ia berharap kehadirannya dapat menginspirasi perempuan lain untuk berani bermimpi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Kita membutuhkan lebih banyak Kartini masa kini yang berani dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan integritas, kapasitas, dan komitmen dalam bekerja untuk masyarakat.
Momentum Hari Kartini tahun ini, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor, baik di ranah domestik maupun ruang publik.
Dengan semangat tersebut, ia berharap peringatan Hari Kartini tidak lagi sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum perubahan nyata, di mana perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang menentukan arah masa depan.












