Nasional

Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera, Jalan Nasional dan Jembatan Sudah 100 Persen Fungsional

Admin
×

Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera, Jalan Nasional dan Jembatan Sudah 100 Persen Fungsional

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera
infrastruktur terdampak bencana

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana di wilayah Pulau Sumatera sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas, pelayanan dasar, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Hingga 7 Mei 2026, mayoritas infrastruktur yang terdampak bencana dilaporkan telah kembali fungsional atau sedang dalam tahap penyelesaian penanganan lanjutan.

Menteri Pekerjaan Umum menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman pascabencana.

“Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Menteri PU dalam keterangannya.

Pada sektor konektivitas, Kementerian PU mencatat seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi 100 persen.

Sementara itu, untuk infrastruktur daerah, proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi bersama pemerintah daerah. Dari total 2.421 ruas jalan daerah terdampak, sebanyak 94 persen telah kembali fungsional. Sedangkan dari 1.181 unit jembatan daerah yang terdampak, sekitar 67 persen telah dapat difungsikan kembali.

Di sektor sumber daya air, penanganan difokuskan pada daerah irigasi, bendung, sungai, dan muara yang mengalami kerusakan akibat bencana. Hingga kini, progres penanganan sungai telah mencapai sekitar 73 persen, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam tahap pengerjaan.

Pada bidang infrastruktur dasar, Kementerian PU memastikan layanan masyarakat tetap berjalan optimal. Dari total 178 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, sebanyak 95,5 persen telah kembali beroperasi.

Tak hanya itu, penanganan darurat terhadap seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) terdampak juga telah rampung dilaksanakan.

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, pemerintah juga terus melakukan pembangunan sumur bor, pembersihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian baru.

Tercatat sebanyak 1.547 kepala keluarga telah menerima rumah hunian baru sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana.

Kementerian PU menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Selain percepatan penanganan, pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang sebagai bagian dari strategi mitigasi nasional.