MITRAPOL.com, Blora – Kemarahan warga pecah. Ruas Jalan Provinsi Randublatung–Cepu di Desa Wulung, Kec. Randublatung, Blora, “dipenuhi” tulisan protes “KARTU KUNING GUB JATENG” dan aksi gotong royong menanam pohon pisang di lubang jalan, Minggu (31/5/2026).
Warga menilai jalan vital penghubung Blora–Bojonegoro itu terlalu lama dibiarkan rusak parah.
Protes warga memuncak setelah video kondisi jalan berlubang dalam viral di media sosial beberapa hari terakhir. Tak hanya lewat tulisan di aspal, warga secara sukarela menimbun lubang dengan tanah dan kerikil serta menanam pohon pisang sebagai penanda bahaya.
Partai Nusantara Jaya DPD Jateng bersama GRIB Jaya turun mendampingi warga. Mereka bergabung dengan Forkompimcam Randublatung dan ormas setempat untuk mengawal aksi agar tetap tertib dan kondusif.
Dwi Jatmiko, mewakili PNJ DPD Jateng, menegaskan kehadiran partainya sebagai wadah aspirasi masyarakat. “Sebagai bagian dari masyarakat kami ikut terpanggil mengawal dan menyampaikan aspirasi warga. Jalan Randublatung–Cepu rusak parah dan sering jadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” ujarnya di lokasi.
Seorang warga yang tak mau disebut namanya meluapkan kekecewaan. “Yang kami butuhkan bukan komentar viral atau janji manis. Yang kami minta perbaikan nyata, serius, dan tuntas,” tegasnya.
Warga menilai kerusakan sudah berlangsung lama tanpa penanganan dari Pemprov Jateng. “Gotong royong ini kami lakukan karena sudah tak mau lagi menunggu. Gubernur dan Pemprov seolah pandai berorasi, tapi faktanya jalan dibiarkan rusak,” katanya kesal.
Jalan Randublatung–Cepu merupakan jalur strategis penghubung selatan Blora ke Kedungtuban, Cepu, hingga Bojonegoro, Jatim. Jalur ini dilintasi ribuan kendaraan berat dan truk logistik dari Grobogan setiap hari. Kerusakan parah dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.
“Kami titip pesan keras untuk Bapak Gubernur Jawa Tengah: turun langsung, lihat dan rasakan bagaimana kami tiap hari bertaruh nyawa melewati jalan ini,” pinta warga.
Aksi warga ditutup dengan harapan agar Pemprov Jateng segera merespons dan mengalokasikan anggaran perbaikan total. Sebab jalan ini menyangkut keselamatan dan denyut ekonomi warga Blora selatan












