MITRAPOL.com, Pandeglang – Polsek Carita, Polres Pandeglang, Polda Banten terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penanaman jagung hibrida bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian di wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan penanaman dipimpin langsung oleh Kapolsek Carita, Iptu Supandi, didampingi personel Polsek Carita, penyuluh pertanian, serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani setempat.
Iptu Supandi mengatakan program penanaman jagung serentak merupakan bagian dari program strategis nasional yang dilaksanakan Polri bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Penanaman jagung serentak Polri merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah untuk mendukung program swasembada serta ketahanan pangan nasional,” ujar Iptu Supandi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, hingga saat ini lahan yang telah ditanami jagung hibrida di wilayah Kecamatan Carita mencapai sekitar 10 hektare yang tersebar di beberapa hamparan lahan dan dikelola bersama kelompok tani setempat.
Ia menjelaskan, peran Polri dalam program tersebut adalah sebagai penggerak dan fasilitator untuk mendorong pemanfaatan lahan kosong agar lebih produktif dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Sebelumnya, pada musim panen tahun lalu, program ini berhasil menghasilkan sekitar 26 ton jagung pipil. Kami berharap hasil tahun ini dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Kapolsek menambahkan, kegiatan Tanam Raya Jagung Serentak merupakan program nasional yang dilaksanakan secara hybrid dan telah diluncurkan pada 7 Maret 2026 oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) Kecamatan Carita, Engkus Kusmana, membenarkan bahwa penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari program kolaboratif antara Polri, Dinas Pertanian, dan kelompok tani.
“Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai program strategis. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung serentak yang melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Engkus, peningkatan produksi jagung menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional karena komoditas tersebut memiliki peran strategis, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun sebagai bahan baku industri pakan ternak.
“Kami berkolaborasi dengan Polsek Carita, Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, dan kelompok tani untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia agar dapat meningkatkan produksi jagung di wilayah ini,” katanya.
Sementara itu, Sapkari, anggota Kelompok Tani Srimukti 1 Carita, mengapresiasi program penanaman jagung hibrida yang dijalankan melalui sinergi Polri dan sektor pertanian.
“Alhamdulillah, program ketahanan pangan ini membantu masyarakat memanfaatkan lahan kosong menjadi lebih produktif. Bibit jagung diberikan melalui program ini dan proses penanaman juga mendapat pendampingan dari pihak kepolisian serta penyuluh pertanian,” ujarnya.
Ia berharap hasil panen tahun ini dapat memberikan hasil yang optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Carita.
Program penanaman jagung hibrida tersebut diharapkan mampu mendukung target ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Pandeglang.












