Nasional

Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulsel, Fasilitas Modern dan Asrama Jadi Daya Tarik

Admin
×

Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulsel, Fasilitas Modern dan Asrama Jadi Daya Tarik

Sebarkan artikel ini
Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulsel, Fasilitas Modern dan Asrama Jadi Daya Tarik
Sebanyak 415 peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan

MITRAPOL.com, Makassar – Sebanyak 415 peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan yang resmi dimulai pada 14 Juli 2026. Para siswa berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan terbagi dalam 15 rombongan belajar.

Sejak hari pertama pelaksanaan MPLS, suasana di lingkungan sekolah yang berlokasi di kawasan GOR Sudiang, Kota Makassar, tampak ramai. Para siswa bersama orang tua memadati area registrasi sebelum mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah berasrama yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Salah seorang peserta didik baru kelas X SMA, Keisha Atika Farah Nararia, mengaku senang dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Terintegrasi. Keisha yang sejak kecil tinggal bersama kakek dan neneknya bercita-cita menjadi seorang guru.

“Saya senang bisa sekolah di sini karena fasilitasnya lengkap, mulai dari asrama, perlengkapan pribadi, hingga perlengkapan sekolah semuanya sudah tersedia. Saya juga ingin membantu mengurangi beban orang tua,” ujar Keisha.

Antusiasme juga disampaikan para orang tua siswa. Salah satunya Santi, seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai buruh pelabuhan.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai.

“Alhamdulillah fasilitasnya sangat baik. Anak-anak mendapat pakaian, perlengkapan sekolah, makan, hingga asrama. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan meraih cita-citanya,” katanya.

Kepala Tata Usaha SRT 3 Sulawesi Selatan, Emil Salim, memastikan seluruh sarana dan prasarana utama telah siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Fasilitas yang tersedia meliputi meja, kursi, tempat tidur, kasur, laptop bagi siswa, smartboard, serta jaringan internet berbasis Wi-Fi.

Selain itu, sekolah juga memiliki laboratorium, perpustakaan, ruang kesenian, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Kami mewakili SRT 3 Sulsel mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang telah menyelesaikan pembangunan sekolah beserta kelengkapan meubelair sehingga siap digunakan pada tahun ajaran baru,” ujar Emil.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Menurutnya, setiap Sekolah Rakyat dibangun dengan standar fasilitas yang modern agar para siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.

“Sekolah Rakyat dibangun dengan standar yang baik agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga fasilitas asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Program ini diharapkan mampu membantu memutus rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dody.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan dilaporkan hampir mencapai 100 persen.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektare itu dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan modern, mulai dari gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, guest house, dapur, rumah pompa, rumah genset, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan basket, lapangan upacara, dan mini soccer.

Keberadaan fasilitas yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter peserta didik.