MITRAPOL.com, Kuala Lumpur – International Sepaktakraw Federation (ISTAF) secara resmi merujuk insiden kontroversial yang terjadi pada final nomor Regu Beregu Piala Dunia Sepak Takraw TM ISTAF 2026 antara Thailand dan Malaysia kepada Komite Disiplin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Keputusan tersebut diambil setelah Komite Eksekutif ISTAF menggelar rapat khusus pada 30 Mei 2026 guna mengevaluasi berbagai peristiwa yang terjadi dalam pertandingan nomor 69 antara Malaysia dan Thailand, khususnya terkait tindakan delegasi Thailand yang meninggalkan pertandingan (walk out) pada regu ketiga final.
Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan di Kuala Lumpur, Selasa (2/6/2026), ISTAF menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah menelaah laporan dari perangkat pertandingan, pejabat teknis, serta berbagai dokumen dan materi pendukung lainnya.
“Setelah mempertimbangkan seluruh informasi yang tersedia, Komite Eksekutif secara bulat memutuskan untuk merujuk perkara ini kepada Komite Disiplin ISTAF guna dilakukan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pernyataan resmi ISTAF.
15 Anggota Delegasi Thailand Diperiksa
Sebagai bagian dari proses tersebut, ISTAF merujuk sebanyak 15 anggota delegasi Thailand yang terdiri dari:
- 12 atlet yang terdaftar dalam tim Regu Beregu Thailand pada Piala Dunia Sepak Takraw TM ISTAF 2026.
- 3 ofisial tim Thailand.
Menurut ISTAF, pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh individu yang diduga memiliki keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam keputusan penghentian pertandingan, termasuk pihak yang diduga turut memengaruhi, mendukung, memfasilitasi, atau berperan dalam insiden tersebut.
Namun demikian, ISTAF menegaskan bahwa rujukan kepada Komite Disiplin bukan berarti telah terjadi pelanggaran atau penetapan kesalahan terhadap pihak yang diperiksa.
“Tujuan proses ini adalah memastikan investigasi yang menyeluruh, adil, independen, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” tulis ISTAF.
Jamin Hak Pembelaan bagi Atlet dan Ofisial
Komite Disiplin ISTAF nantinya akan memeriksa seluruh bukti, argumentasi, serta keterangan dari pihak-pihak terkait sebelum menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap konstitusi, regulasi, undang-undang permainan, maupun kode etik organisasi.
Sejalan dengan prinsip keadilan dan tata kelola olahraga yang baik, setiap individu yang diperiksa akan diberikan kesempatan penuh untuk menyampaikan klarifikasi, bukti pendukung, serta pembelaan sesuai prosedur yang berlaku.
ISTAF Minta Publik Tidak Berspekulasi
Menanggapi tingginya perhatian publik internasional terhadap kasus tersebut, ISTAF mengimbau seluruh komunitas sepak takraw dunia untuk menghormati proses disiplin yang sedang berjalan dan menghindari spekulasi yang dapat memengaruhi independensi pemeriksaan.
Menurut organisasi tersebut, setiap kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan hasil investigasi resmi yang dilakukan melalui mekanisme disiplin federasi.
ISTAF juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, sportivitas, keadilan, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan olahraga sepak takraw di tingkat internasional.
“Seluruh persoalan yang berpotensi memengaruhi citra dan integritas olahraga ini akan ditangani melalui proses yang sah, tata kelola yang kuat, dan penghormatan terhadap hak semua pihak yang terlibat,” demikian pernyataan ISTAF.
Federasi sepak takraw dunia itu menyatakan akan memberikan informasi lanjutan setelah proses pemeriksaan disiplin berlangsung sesuai ketentuan organisasi.












