MITRAPOL.com, Jakarta – Festival Dekorasi Kampung Budaya Betawi 2026 di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, berlangsung meriah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Palmerah, Kamis (18/6/2026), menjadi momentum pelestarian budaya Betawi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Mengusung tema “Merayakan Budaya, Memperindah Kampung, Menghidupkan Tradisi”, festival ini melibatkan enam kelurahan di Kecamatan Palmerah yang menampilkan berbagai dekorasi khas Betawi secara kreatif dan partisipatif.
Dalam festival tersebut, Kelurahan Kota Bambu Utara berhasil meraih Juara I. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh Betawi, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta para pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain mempercantik lingkungan, festival juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Betawi melalui berbagai ornamen, mural, kuliner tradisional, hingga produk unggulan khas Betawi yang ditampilkan oleh masing-masing wilayah.
Camat Palmerah, Febriandri Suharto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam menata dan mengembangkan Kampung Budaya Betawi di wilayah Kecamatan Palmerah.
“Alhamdulillah, Kelurahan Kota Bambu Utara mendapatkan apresiasi terbaik di tingkat kecamatan. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan nuansa budaya Betawi melalui penataan lingkungan, mural, kuliner, dan berbagai produk unggulan yang menjadi identitas kampung,” ujar Febriandri.
Menurutnya, Kampung Budaya Betawi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pengembangan bakat masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami dan mencintai budaya Betawi.
Ia berharap Festival Dekorasi Kampung Budaya Betawi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai media edukasi budaya bagi masyarakat. Terlebih, pada tahun 2027 Jakarta akan memasuki usia ke-500 tahun yang menjadi momentum penting untuk semakin menguatkan eksistensi budaya Betawi sebagai identitas asli Ibu Kota.
“Kampung Betawi adalah milik kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga dan mengembangkannya, siapa lagi. Semoga memasuki usia 500 tahun Jakarta pada 2027 nanti, budaya Betawi di Kota Bambu Utara dan Kecamatan Palmerah semakin maju, lestari, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Festival Dekorasi Kampung Budaya Betawi 2026 di Palmerah diharapkan dapat menjadi contoh pelestarian budaya berbasis masyarakat yang mampu mengintegrasikan aspek edukasi, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal di tengah dinamika pembangunan Jakarta.












