Scroll untuk baca artikel
Jakarta

Habiburokhman Apresiasi BNN Bongkar Jaringan Ganja Gayo-Medan, Sita 93 Kilogram di Sumut

Admin
×

Habiburokhman Apresiasi BNN Bongkar Jaringan Ganja Gayo-Medan, Sita 93 Kilogram di Sumut

Sebarkan artikel ini
Habiburokhman Apresiasi BNN Bongkar Jaringan Ganja Gayo-Medan, Sita 93 Kilogram di Sumut
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman

MITRAPOL.com | Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis ganja lintas provinsi Gayo–Medan di wilayah Sumatera Utara.

Dalam operasi yang dilakukan tim gabungan BNN RI bersama BNN Provinsi Sumatera Utara, petugas menangkap sejumlah tersangka yang diduga berperan sebagai kurir dan penerima barang melalui metode undercover buy di tiga lokasi di Kabupaten Deli Serdang. Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita sekitar 93 kilogram ganja sebagai barang bukti.

Habiburokhman menilai keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen dan profesionalisme BNN dalam memerangi peredaran narkotika.

“Kami di Komisi III DPR RI memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran ganja dengan barang bukti hampir 93 kilogram. Ini merupakan bukti nyata komitmen BNN dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, operasi yang dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan koordinasi dan kemampuan intelijen yang efektif dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.

Habiburokhman menegaskan, Komisi III DPR RI akan terus mendukung penguatan kapasitas BNN, baik melalui dukungan regulasi, pengawasan, maupun anggaran untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan narkotika.

Ia juga mendorong agar penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan dikembangkan hingga mengungkap pemasok, bandar, penyandang dana, dan aktor intelektual yang berada di balik jaringan tersebut.

“Kami berharap pengungkapan ini tidak berhenti pada kurir maupun penerima barang, tetapi terus dikembangkan hingga seluruh jaringan dapat dibongkar. Tidak boleh ada ruang aman bagi sindikat narkotika di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, BNN menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengembangkan kasus dan mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran ganja lintas provinsi tersebut.

Topik:
Penulis: MuklisEditor: Redaksi