Nusantara

Alumni dan Pelajar STM/SMK Kota Bogor Deklarasikan Gerakan Anti Tawuran, Bullying, dan Narkoba

Admin
×

Alumni dan Pelajar STM/SMK Kota Bogor Deklarasikan Gerakan Anti Tawuran, Bullying, dan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Alumni dan Pelajar STM/SMK Kota Bogor Deklarasikan Gerakan Anti Tawuran
Alumni dan pelajar STM/SMK se-Kota Bogor mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Deklarasi tersebut digelar di Kota Bogor pada Kamis (2/7/2026)

MITRAPOL.com | Bogor – Alumni dan pelajar STM/SMK se-Kota Bogor mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Deklarasi tersebut digelar di Kota Bogor pada Kamis (2/7/2026) dengan mengusung tema “Mewujudkan Pelajar Cerdas, Berprestasi, Berkarakter, dan Peduli Kamtibmas.”

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara alumni, pelajar, masyarakat, pemerintah, tenaga pendidik, dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor, Bob Eko Sukarta, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen moral untuk mendorong lahirnya budaya positif di kalangan pelajar.

“Melalui deklarasi ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pelajar harus menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, menjunjung tinggi persaudaraan, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Tawuran, narkoba, bullying, dan kekerasan tidak boleh lagi menjadi bagian dari kehidupan pelajar Kota Bogor,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/7).

Dalam deklarasi tersebut, peserta menyatakan penolakan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk tawuran, kekerasan, aksi anarkis, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, konsumsi minuman keras, serta perilaku lain yang dinilai dapat menghambat perkembangan generasi muda.

Selain itu, para peserta berkomitmen menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, solidaritas, dan saling menghormati tanpa membedakan asal sekolah maupun latar belakang.

Menurut Bob Eko Sukarta, keberagaman di kalangan pelajar seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan memicu konflik.

Deklarasi juga memuat ajakan kepada pelajar untuk memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab dengan menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten negatif yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Peserta juga menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, melalui kerja sama dengan pemerintah, aparat kea-manan, tenaga pendidik, dan orang tua.

Dalam penutupan kegiatan, seluruh peserta membacakan ikrar bersama yang berisi ajakan untuk meninggalkan budaya kekerasan dan memperkuat semangat belajar, berkarya, berprestasi, serta menjaga persaudaraan antarpelajar.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya gerakan berkelanjutan dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan antarpelajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif di Kota Bogor sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.