Nusantara

Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung Segera Beroperasi, Wagub Jihan: Siap Layani Masyarakat dan Tingkatkan PAD

Admin
×

Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung Segera Beroperasi, Wagub Jihan: Siap Layani Masyarakat dan Tingkatkan PAD

Sebarkan artikel ini
Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung Segera Beroperasi
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau kesiapan operasional Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Senin (29/6/2026).

MITRAPOL.com | Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung akan mulai beroperasi secara penuh dalam dua pekan mendatang setelah seluruh persyaratan administrasi dan operasional dinyatakan rampung.

Kehadiran fasilitas kesehatan hewan tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan veteriner, mendukung pencegahan penyakit zoonosis, sekaligus menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau kesiapan operasional Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Senin (29/6/2026).

“Insya Allah dalam dua minggu rumah sakit hewan ini sudah dapat melayani masyarakat secara penuh. Seluruh administrasi harus dipastikan selesai sesuai ketentuan. Kami juga berharap rumah sakit ini dapat menjadi salah satu sumber PAD sekaligus berperan menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia,” ujar Jihan.

Dalam peninjauan tersebut, Jihan didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sistem pelayanan sebelum rumah sakit mulai beroperasi secara penuh.

Menurut Jihan, pembangunan Rumah Sakit Hewan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan memiliki keterkaitan yang erat, terutama dalam upaya mencegah penyebaran penyakit zoono-sis.

Karena itu, pengembangan rumah sakit tersebut mengusung konsep One Health, yaitu pendekatan terpadu yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan guna menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Provinsi Lampung juga menargetkan Rumah Sakit Hewan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut merupakan pengembangan layanan dari UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), dan Laboratorium Pakan.

Saat ini, pihaknya tengah mengusulkan pemisahan kelembagaan menjadi dua UPTD, yakni UPTD Rumah Sakit Hewan dan Laboratorium Kesehatan Hewan serta UPTD Pengujian dan Pemeriksaan Pakan.

Menurut Lili, langkah tersebut diperlukan agar pelayanan menjadi lebih efektif sekaligus mendukung pengembangan laboratorium pengujian pakan di Lampung.

Ia menambahkan, Provinsi Lampung memiliki lima pabrik pakan yang selama ini masih melakukan pengujian laboratorium di luar daerah. Apabila laboratorium daerah berhasil memperoleh sertifikasi ISO, seluruh proses pengujian dapat dilakukan di Lampung sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus membuka peluang tambahan PAD.

Lili mengatakan, minat masyarakat terhadap layanan Rumah Sakit Hewan terus meningkat. Saat ini fasilitas tersebut telah melayani berbagai tindakan medis, mulai dari pemeriksaan rawat jalan, vaksinasi, sterilisasi, pemeriksaan ultrasonografi (USG), hingga tindakan operasi.

Meski demikian, fasilitas rawat inap masih dalam tahap persiapan. Hewan yang telah menjalani tindakan operasi sementara masih dipulangkan dan dipantau secara daring oleh tenaga medis.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jihan juga berdialog dengan sejumlah warga yang memanfaatkan layanan Rumah Sakit Hewan.

Salah satunya Gery, warga Kali Balok, yang datang membawa kucing peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi.

Sementara itu, Eni mengaku terbantu setelah kucing peliharaannya menjalani operasi di fasilitas tersebut. Namun, ia berharap pemerintah segera menyediakan layanan rawat inap agar proses pemulihan hewan dapat dipantau secara optimal oleh tenaga medis.

Harapan serupa disampaikan Adisti, pemilik Mimo Cat House di Sukarame. Ia mengaku kerap merekomendasikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung kepada para pelanggannya karena pelayanan yang dinilai memuaskan.

Meski demikian, menurutnya keberadaan fasilitas rawat inap akan semakin melengkapi kualitas layanan yang diberikan.

Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pengoperasian penuh Rumah Sakit Hewan akan memperluas akses pelayanan kesehatan hewan, memperkuat upaya pencegahan penyakit zoonosis, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan layanan veteriner yang profesional dan berkelanjutan.